Cina dianggap sebagai pusat dunia dan berada di tengah-tengah dunia. Wilayah
Cina terbagi atas tiga bagian, yaitu Cina Utara, Cina Tengah, dan Cina Selatan.
Di Cina utara mengalir Sungai paling besar, yaitu sungai HuangHo yang disebut
juga sungai Kuning, airnya selalu kuning akibat endapan lumpur dan membuat
air sungai keruh. Di lembah sungai HuangHo itulah mula-mula berdiam bangsa
Cina asli. Di situ pulalah tumbuh dan berkembang kebudayaan Cina. Cina
Tengah dialiri sungai Yang tze Kiang. Daerah ini pun dihuni orang-orang Cina
dari Utara. Mereka adalah rakyat biasa.
Peking merupakan ibu kotanya, sedangkan Nanking di Cina
Tengah merupakan kota kedua. daerah Cina Utara dan
Cina Tengah dipisahkan oleh pegunungan yang sukar
dilalui. Di Cina Selatan terdapat banyak sekali
pegunungan. Daerah itu berbukit-bukit di sebelah
tenggara sampai ke laut. Kanton di Cina Selatan
merupakan kota dagang. Karena keadaan alamnya itu,
maka orang-orang Cina Selatan terutama hidup dari
perdagangan dan banyak berhubungan dengan bangsabangsa
asing. Di sebelah Utara dan barat Negeri Cina
terbentang padang rumput dan padang pasir yang luas.
Di sebelah Barat Daya dan Selatan terdapat
pegunungan yang tinggi. Hubungan darat dengan negeri-negeri di sebelah barat
dilakukan melalui padang rumput dan gurun. Jalan tersebut kemudian terkenal
dengan nama Jalan Sutra.
Ajaran filsafat yang berkembang di Cina, antara lain:
a. Lao Tse. Mengajarkan Taoisme, yang isinya mengajarkan manusia harus
menerima nasibnya. Kitab sucinya Tao Te Ching (surat jalan dan kebaikan)
b. Kung Fu Tse. Ajaran berpokok pada Hsiao artinya kebaktian. Menekankan
ajarannya pada soal pemerintahan dan keluarga.
c. Meng Tse. Mengajarkan demokrasi dan rakyat merupakan pusat segalanya
Sabtu, 02 Juni 2012
Peradaban Yunani
Yunani terletak di ujung selatan jazirah Balkan yang menjorok ke Laut Tengah.
Bentuknya menyerupai jari-jari tangan yang dijulurkan ke Laut Tengah, hal ini
disebabkan tanah tersebut terdiri atas ujung-ujung tanah yang menjulur ke laut
dan teluk di antaranya yang menjorok ke darat. Suku bangsa Yunani terdiri
atas suku bangsa Doria, Aeolia, Acholia, dan Ionia. Di antara keempat suku
bangsa ini, bangsa Ionia yang paling maju. Dari nama Ionia inilah lahir nama
Yunani.
Bangsa Yunani percaya kepada banyak dewa (polytheisme).
Dewa tertingginya Zeus yang berkedudukan di gunung
Olympus. Dewa-dewa lainnya, seperti Minerva (putri Zeus
sebagai dewi ilmu pengetahuan), Aphrodite (dewi
kecantikan), Apollo (dewa penyair dan peramal), serta Aries
(dewa perang). Tiap empat tahun sekali diadakan pesta olah
raga di kota Olympia untuk menghormati dewa Zeus.
Cabang olah raga yang dilombakan atletik, gulat, dan tinju.
Bangsa Yunani terkenal dengan perniagaannya, sehingga
mereka berkenalan dengan kebudayaan Mesir di Afrika
Utara, Palestina, Syiria, serta Mesopotamia di Asia. Mereka
menjadi perantara kebudayaan-kebudayaan daerah ini.
Pulau Kreta merupakan jembatan antara tiga benua dan
pusat-pusat kebudayaan lama, yaitu Afrika Utara (Mesir),
Asia Barat (Funisia), dan Eropa Selatan (Yunani).
Suku bangsa Yunani yang terdiri dari bangsa Doria, Aeolia,
Acholia, dan Ionia saling bermusuhan satu sama lainnya,
terutama bangsa Doria (Sparta) dengan bangsa Ionia
(Athena). Meskipun demikian, mereka tetap menganggap
satu keturunan yang sama, yaitu Hellen. Oleh karena itu,
mereka menyebut dirinya bangsa Hellen. Negerinya disebut
Hellas.
Pada masa pemerintahan Pericles (490429 SM) dibangun
kuil-kuil yang indah untuk para dewa. Di bukit Akropolis
didirikan kuil megah Parthenon, yang diarsiteki Iktianus.
Pujangga Homerus mengarang buku “Illias dan Odyssea”
yang isinya menceritakan perang antara tentara Yunani
dengan Troya.
Bentuknya menyerupai jari-jari tangan yang dijulurkan ke Laut Tengah, hal ini
disebabkan tanah tersebut terdiri atas ujung-ujung tanah yang menjulur ke laut
dan teluk di antaranya yang menjorok ke darat. Suku bangsa Yunani terdiri
atas suku bangsa Doria, Aeolia, Acholia, dan Ionia. Di antara keempat suku
bangsa ini, bangsa Ionia yang paling maju. Dari nama Ionia inilah lahir nama
Yunani.
Bangsa Yunani percaya kepada banyak dewa (polytheisme).
Dewa tertingginya Zeus yang berkedudukan di gunung
Olympus. Dewa-dewa lainnya, seperti Minerva (putri Zeus
sebagai dewi ilmu pengetahuan), Aphrodite (dewi
kecantikan), Apollo (dewa penyair dan peramal), serta Aries
(dewa perang). Tiap empat tahun sekali diadakan pesta olah
raga di kota Olympia untuk menghormati dewa Zeus.
Cabang olah raga yang dilombakan atletik, gulat, dan tinju.
Bangsa Yunani terkenal dengan perniagaannya, sehingga
mereka berkenalan dengan kebudayaan Mesir di Afrika
Utara, Palestina, Syiria, serta Mesopotamia di Asia. Mereka
menjadi perantara kebudayaan-kebudayaan daerah ini.
Pulau Kreta merupakan jembatan antara tiga benua dan
pusat-pusat kebudayaan lama, yaitu Afrika Utara (Mesir),
Asia Barat (Funisia), dan Eropa Selatan (Yunani).
Suku bangsa Yunani yang terdiri dari bangsa Doria, Aeolia,
Acholia, dan Ionia saling bermusuhan satu sama lainnya,
terutama bangsa Doria (Sparta) dengan bangsa Ionia
(Athena). Meskipun demikian, mereka tetap menganggap
satu keturunan yang sama, yaitu Hellen. Oleh karena itu,
mereka menyebut dirinya bangsa Hellen. Negerinya disebut
Hellas.
Pada masa pemerintahan Pericles (490429 SM) dibangun
kuil-kuil yang indah untuk para dewa. Di bukit Akropolis
didirikan kuil megah Parthenon, yang diarsiteki Iktianus.
Pujangga Homerus mengarang buku “Illias dan Odyssea”
yang isinya menceritakan perang antara tentara Yunani
dengan Troya.
Peradaban Romawi
Peradaban Romawi terletak di negara Italia sekarang yaitu sebuah
negara yang menjulur ke Laut Tengah. Peradaban romawi berada pada
suatu jazirah, yaitu Jazirah Apenia. Jazirah ini seperti sebuah kaki yang
sedang menyepak bola, bolanya adalah pulau Sisilia. Di lembah sungai
Tiber berdiam bangsa lain. Lembah itu merupakan daerah subur yang
terletak di antara tujuh buah bukit. Diperkirakan kota Roma didirikan
pada tahun 750 SM. Roma adalah sebuah negara kota berbentuk republik.
Warga Roma dibagi dua golongan:
a. Golongan warga tertua yang menjadi penduduk
Roma disebut golongan Patrisia. Mereka
memegang kekuasaan dalam pemerintahan kota.
b. Golongan warga Roma pendatang disebut golongan
Plebea.
Bangsa Romawi kuno percaya kepada banyak dewa
(polytheisme). Penyembahan kepada dewa-dewa
berlangsung seperti penyembahan dewa-dewa Yunani,
hanya namanya diganti, misalnya Zeus jadi Yupiter,
Aphrodite menjadi Venus, Aries menjadi Mars, Poseidon
menjadi Neptunus, dan lain-lain.
Kehidupan bangsa Romawi dari hasil pertanian.
Tanahnya berupa pegunungan Aeonia, daerah dataran
rendah yang sempit yang terletak di sepanjang sungai.
Pada abad 8 SM dikuasai bangsa Estruka dan terjadi percampuran darah
dengan bangsa pendatang tersebut. Para pendatang ini lalu mendirikan
polis-polis, di antaranya yang terkenal adalah Roma. Peradaban Romawi
di bedakan menjadi tiga zaman, yaitu:
1. Zaman Kerajaan
Pemerintahan dipegang oleh seorang raja yang mempunyai kekuasaan
absolut. Raja merangkap sebagai panglima perang, hakim tertinggi, dan
kepala agama. Raja bersama-sama senat membentuk undang-undang.
Senat beranggotakan 300 orang yang terdiri atas kaum bangsawan dan
rakyat biasa.
2. Zaman Republik
Pemerintahan dipegang oleh seorang konsul yang berasal dari golongan
bangsawan untuk masa jabatan dua tahun. Ada empat orang anggota dewan
yang mempunyai hak veto yang disebut Tribune plebis, kelompok ini dapat
membatalkan keputusan. Urusan agama dipegang oleh badan tingkat pusat
yang disebut Pontifex maximus.
Republik Roma meluaskan wilayahnya ke seluruh kawasan Italia, Yunani, dan
Asia Kecil. Daerah Galia (Prancis) menjadi wilayahnya juga, akan tetapi lautnya
masih dikuasai oleh orang-orang Funisia yang berkedudukan di Karthago. Hal
ini menimbulkan pertentangan antara Romawi dengan Funisia. Perang pertama
terjadi pada tahun 264 – 241 SM, Karthago dapat dikalahkan. Perang kedua
terjadi pada tahun 218 – 201 SM. Karthago di bawah pimpinan Hanibal berhasil
menduduki Italia Selatan. Tetapi pada tahun 146 SM Karthago dapat
dihancurkan pasukan Romawi di bawah pimpinan Scipio Africanus. Dengan
demikian, wilayah Romawi sangat luas yang meliputi seluruh daerah di sekitar
Laut Tengah, Spanyol, Prancis, Inggris Selatan, Eropa Barat dan Tenggara,
Asia Kecil, Timur Tengah, Arab, Mesir, dan Afrika Utara.
3. Zaman Kekaisaran
Perebutan kekuasaan antara senat dengan panglima perang sering terjadi. Pada
tahun 44 SM kekuasaan jatuh ke tangan tiga serangkai, yaitu Pompeyus, Crasus,
dan Julius Caesar. Mereka terkenal dengan sebutan Triumvirat I. Mereka
berhasil mengatasi keadaan, tetapi setelah Julius Caesar terbunuh, muncul lagi
kekacauan. Pada tahun 43 SM muncul Triumvirat II, yaitu Anthonius, Lepidus,
dan Octavianus. Triumvirat II berhasil merebut kekuasaan. Daerahnya dibagibagi;
Anthonius mendapat Asia Kecil dan Mesir, Lepidus mendapat Afrika
Utara, dan Octavianus mendapat Yunani hingga Spanyol. Karena saling curiga,
timbul perpecahan. Dalam perang saudara ini Octavianus muncul sebagai
pemenang. Sejak itu Romawi berubah menjadi kekaisaran.
Selain menjabat sebagai kaisar, Octavianus merangkap sebagai panglima
tertinggi dan kepala agama. Ia dianggap sebagai keturunan dewa sehingga
diberi gelar Augustus yang artinya yang amat mulia. Kaisar-kaisar penggantinya,
yaitu Vespasianus, Handrianus, Anthonius, Markus Aurelius. Pada masa kaisar
Konstantinus ibu kota Romawi dipindahkan ke Byzantium yang kemudian disebut
Konstantinopel. Untuk menghindari perpecahan pada tahun 395 M, kaisar
Theodosius membagi Romawi menjadi dua, yaitu Romawi Barat ibu kotanya
di Roma dan Romawi Timur ibu kotanya di Konstantinopel.
negara yang menjulur ke Laut Tengah. Peradaban romawi berada pada
suatu jazirah, yaitu Jazirah Apenia. Jazirah ini seperti sebuah kaki yang
sedang menyepak bola, bolanya adalah pulau Sisilia. Di lembah sungai
Tiber berdiam bangsa lain. Lembah itu merupakan daerah subur yang
terletak di antara tujuh buah bukit. Diperkirakan kota Roma didirikan
pada tahun 750 SM. Roma adalah sebuah negara kota berbentuk republik.
Warga Roma dibagi dua golongan:
a. Golongan warga tertua yang menjadi penduduk
Roma disebut golongan Patrisia. Mereka
memegang kekuasaan dalam pemerintahan kota.
b. Golongan warga Roma pendatang disebut golongan
Plebea.
Bangsa Romawi kuno percaya kepada banyak dewa
(polytheisme). Penyembahan kepada dewa-dewa
berlangsung seperti penyembahan dewa-dewa Yunani,
hanya namanya diganti, misalnya Zeus jadi Yupiter,
Aphrodite menjadi Venus, Aries menjadi Mars, Poseidon
menjadi Neptunus, dan lain-lain.
Kehidupan bangsa Romawi dari hasil pertanian.
Tanahnya berupa pegunungan Aeonia, daerah dataran
rendah yang sempit yang terletak di sepanjang sungai.
Pada abad 8 SM dikuasai bangsa Estruka dan terjadi percampuran darah
dengan bangsa pendatang tersebut. Para pendatang ini lalu mendirikan
polis-polis, di antaranya yang terkenal adalah Roma. Peradaban Romawi
di bedakan menjadi tiga zaman, yaitu:
1. Zaman Kerajaan
Pemerintahan dipegang oleh seorang raja yang mempunyai kekuasaan
absolut. Raja merangkap sebagai panglima perang, hakim tertinggi, dan
kepala agama. Raja bersama-sama senat membentuk undang-undang.
Senat beranggotakan 300 orang yang terdiri atas kaum bangsawan dan
rakyat biasa.
2. Zaman Republik
Pemerintahan dipegang oleh seorang konsul yang berasal dari golongan
bangsawan untuk masa jabatan dua tahun. Ada empat orang anggota dewan
yang mempunyai hak veto yang disebut Tribune plebis, kelompok ini dapat
membatalkan keputusan. Urusan agama dipegang oleh badan tingkat pusat
yang disebut Pontifex maximus.
Republik Roma meluaskan wilayahnya ke seluruh kawasan Italia, Yunani, dan
Asia Kecil. Daerah Galia (Prancis) menjadi wilayahnya juga, akan tetapi lautnya
masih dikuasai oleh orang-orang Funisia yang berkedudukan di Karthago. Hal
ini menimbulkan pertentangan antara Romawi dengan Funisia. Perang pertama
terjadi pada tahun 264 – 241 SM, Karthago dapat dikalahkan. Perang kedua
terjadi pada tahun 218 – 201 SM. Karthago di bawah pimpinan Hanibal berhasil
menduduki Italia Selatan. Tetapi pada tahun 146 SM Karthago dapat
dihancurkan pasukan Romawi di bawah pimpinan Scipio Africanus. Dengan
demikian, wilayah Romawi sangat luas yang meliputi seluruh daerah di sekitar
Laut Tengah, Spanyol, Prancis, Inggris Selatan, Eropa Barat dan Tenggara,
Asia Kecil, Timur Tengah, Arab, Mesir, dan Afrika Utara.
3. Zaman Kekaisaran
Perebutan kekuasaan antara senat dengan panglima perang sering terjadi. Pada
tahun 44 SM kekuasaan jatuh ke tangan tiga serangkai, yaitu Pompeyus, Crasus,
dan Julius Caesar. Mereka terkenal dengan sebutan Triumvirat I. Mereka
berhasil mengatasi keadaan, tetapi setelah Julius Caesar terbunuh, muncul lagi
kekacauan. Pada tahun 43 SM muncul Triumvirat II, yaitu Anthonius, Lepidus,
dan Octavianus. Triumvirat II berhasil merebut kekuasaan. Daerahnya dibagibagi;
Anthonius mendapat Asia Kecil dan Mesir, Lepidus mendapat Afrika
Utara, dan Octavianus mendapat Yunani hingga Spanyol. Karena saling curiga,
timbul perpecahan. Dalam perang saudara ini Octavianus muncul sebagai
pemenang. Sejak itu Romawi berubah menjadi kekaisaran.
Selain menjabat sebagai kaisar, Octavianus merangkap sebagai panglima
tertinggi dan kepala agama. Ia dianggap sebagai keturunan dewa sehingga
diberi gelar Augustus yang artinya yang amat mulia. Kaisar-kaisar penggantinya,
yaitu Vespasianus, Handrianus, Anthonius, Markus Aurelius. Pada masa kaisar
Konstantinus ibu kota Romawi dipindahkan ke Byzantium yang kemudian disebut
Konstantinopel. Untuk menghindari perpecahan pada tahun 395 M, kaisar
Theodosius membagi Romawi menjadi dua, yaitu Romawi Barat ibu kotanya
di Roma dan Romawi Timur ibu kotanya di Konstantinopel.
Jumat, 01 Juni 2012
Membuat Yoghurt
Banyak orang suka minum susu tanpa gula, tetapi ada pula yang lebih
suka minum air susu bergula. Di beberapa negara air susu sedikit masam
merupakan minuman rakyat yang sangat digemari. Banyak orang yang
beranggapan, bahwa minum susu sedikit masam menyebabkan awet muda.
Air susu demikian itu di Mesir terkenal sebagai kumis, di Eropa Timur
sebagai yoghurt.
Yoghurt adalah suatu minuman yang dibuat dari susu sapi dengan cara
fermentasi oleh bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus.
Bakteri ini adalah bakteri asam laktat yang mengubah laktosa dari susu
biasa menjadi asam laktat.
Keasaman dari susu yang difermentasi pada umumnya cukup untuk
mencegah kerusakan oleh bakteri proteolitik yang tidak tahan asam. Setelah
mencapai tingkat keasaman dalam minuman tersebut maka dilakukan
pendinginan.
Selain dibuat dari susu segar, yoghurt dapat juga dibuat dari susu krim
(susu tanpa lemak) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan
bergantung pada kekentalan produk yang diinginkan.
Yoghurt umumnya disajikan dengan menambah terlebih dahulu
campuran lain, seperti gula, sirup, ataupun kopi (ekstrak kopi). Penambahan
campuran-campuran ini tergantung selera. Adanya campuran-campuran
tersebut selain menambah kelezatan sering kali memperindah penampakan
sehingga mempertinggi mutunya. Kadang-kadang dalam pembuatannya
dapat ditambahkan aroma vanili, mocca, durian, dan nanas. Ini yang disebut
flavoured yoghurt. Pada flavoured yoghurt cukup ditambah gula dan bisa
langsung disajikan.
Produk-produk yang telah habis masa inkubasinya sebaiknya disimpan
di lemari pendingin, karena dengan demikian fermentasi tidak berlangsung
sehingga produk dapat disimpan lebih lama. Produk yang telah jadi dan
bagus, dapat digunakan sebagai starter pada pembuatan yoghurt selanjutnya.
1. Membuat Kelompok
Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4–5 orang.
2. Menyusun Jadwal Kegiatan
Susunlah jadwal kegiatan pembuat yoghurt ini. Buatlah jadwal selama
4–5 minggu untuk persiapan alat dan bahan serta proses pengerjaan.
3. Alat dan Bahan
a. Panci penangas
b. Seperangkat alat titrasi
c. Erlenmeyer 500 ml
d. Thermometer
e. Pengaduk kaca
f. Pembakar spiritus
g. Gelas ukur
h. Kertas alumunium foil
i. Susu sapi
j. Susu krim
k. Bibit/starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus
l. NaOH
m. Indikator Phenofthalein
4. Cara Pengerjaan
a. Pembuatan yoghurt
1. Panaskan 500 ml susu segar dengan cara memasukkan susu ke
dalam Erlenmeyer. Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke
dalam paci besar yang telah berisi air (seperti membuat nasi
tim) hingga suhunya kurang lebih 90°C selama 15 menit.
2. Susu didinginkan sampai suhu mencapai 45°C, lalu ditambahkan
starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus
sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya larut.
3. Campuran diletakkan ke dalam wadah-wadah steril yang sudah
disiapkan, kemudian tutup dengan alumunium foil dan
diinkubasikan pada suhu 43°C selama 4 jam atau pada suhu
kamar selama 18 jam.
4. Setelah inkubasi selesai, yoghurt yang dihasilkan segera
didinginkan dalam lemari es atau dipastuerisasikan pada suhu
65°C selam 30 menit agar fermentasi tidak terus berlanjut.
5. Pengamatan dilakukan dengan melihat harga pH, kandungan
asam laktat, rasa, jumlah mikroba, protein, dan kandungan
laktosanya.
6. Jika akan dikonsumsi bisa dicampur dengan sirup atau dengan
gula secukupnya.
b. Pembuatan bibit (starter) yoghurt
1. Campurkan susu segar dan susu bubuk skim (7,5% dari susu
segar) hingga merata.
2. Panaskan campuran susu tersebut dengan cara memasukkan susu
ke dalam Erlenmeyer. Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke
dalam paci besar yang telah berisi air hingga suhunya kurang
lebih 90°C selama 15 menit.
3. Selanjutnya, dilakukan pendinginan sampa suhu mencapai
kurang lebih 43°C.
4. Masukkan bibit (starter) sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit
sambil diaduk supaya larut.
5. Tutup dengan alumunium foil, peram hingga terjadi gumpalan
padat pada suhu 43°C selama 4 jam atau pada suhu kamar selama
18–20 jam.
6. Setelah pemeraman selesai, simpan dalam lemari es dan
dikeluarkan hanya pada saat digunakan.
suka minum air susu bergula. Di beberapa negara air susu sedikit masam
merupakan minuman rakyat yang sangat digemari. Banyak orang yang
beranggapan, bahwa minum susu sedikit masam menyebabkan awet muda.
Air susu demikian itu di Mesir terkenal sebagai kumis, di Eropa Timur
sebagai yoghurt.
Yoghurt adalah suatu minuman yang dibuat dari susu sapi dengan cara
fermentasi oleh bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus.
Bakteri ini adalah bakteri asam laktat yang mengubah laktosa dari susu
biasa menjadi asam laktat.
Keasaman dari susu yang difermentasi pada umumnya cukup untuk
mencegah kerusakan oleh bakteri proteolitik yang tidak tahan asam. Setelah
mencapai tingkat keasaman dalam minuman tersebut maka dilakukan
pendinginan.
Selain dibuat dari susu segar, yoghurt dapat juga dibuat dari susu krim
(susu tanpa lemak) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan
bergantung pada kekentalan produk yang diinginkan.
Yoghurt umumnya disajikan dengan menambah terlebih dahulu
campuran lain, seperti gula, sirup, ataupun kopi (ekstrak kopi). Penambahan
campuran-campuran ini tergantung selera. Adanya campuran-campuran
tersebut selain menambah kelezatan sering kali memperindah penampakan
sehingga mempertinggi mutunya. Kadang-kadang dalam pembuatannya
dapat ditambahkan aroma vanili, mocca, durian, dan nanas. Ini yang disebut
flavoured yoghurt. Pada flavoured yoghurt cukup ditambah gula dan bisa
langsung disajikan.
Produk-produk yang telah habis masa inkubasinya sebaiknya disimpan
di lemari pendingin, karena dengan demikian fermentasi tidak berlangsung
sehingga produk dapat disimpan lebih lama. Produk yang telah jadi dan
bagus, dapat digunakan sebagai starter pada pembuatan yoghurt selanjutnya.
1. Membuat Kelompok
Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4–5 orang.
2. Menyusun Jadwal Kegiatan
Susunlah jadwal kegiatan pembuat yoghurt ini. Buatlah jadwal selama
4–5 minggu untuk persiapan alat dan bahan serta proses pengerjaan.
3. Alat dan Bahan
a. Panci penangas
b. Seperangkat alat titrasi
c. Erlenmeyer 500 ml
d. Thermometer
e. Pengaduk kaca
f. Pembakar spiritus
g. Gelas ukur
h. Kertas alumunium foil
i. Susu sapi
j. Susu krim
k. Bibit/starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus
l. NaOH
m. Indikator Phenofthalein
4. Cara Pengerjaan
a. Pembuatan yoghurt
1. Panaskan 500 ml susu segar dengan cara memasukkan susu ke
dalam Erlenmeyer. Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke
dalam paci besar yang telah berisi air (seperti membuat nasi
tim) hingga suhunya kurang lebih 90°C selama 15 menit.
2. Susu didinginkan sampai suhu mencapai 45°C, lalu ditambahkan
starter Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus
sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit sambil diaduk supaya larut.
3. Campuran diletakkan ke dalam wadah-wadah steril yang sudah
disiapkan, kemudian tutup dengan alumunium foil dan
diinkubasikan pada suhu 43°C selama 4 jam atau pada suhu
kamar selama 18 jam.
4. Setelah inkubasi selesai, yoghurt yang dihasilkan segera
didinginkan dalam lemari es atau dipastuerisasikan pada suhu
65°C selam 30 menit agar fermentasi tidak terus berlanjut.
5. Pengamatan dilakukan dengan melihat harga pH, kandungan
asam laktat, rasa, jumlah mikroba, protein, dan kandungan
laktosanya.
6. Jika akan dikonsumsi bisa dicampur dengan sirup atau dengan
gula secukupnya.
b. Pembuatan bibit (starter) yoghurt
1. Campurkan susu segar dan susu bubuk skim (7,5% dari susu
segar) hingga merata.
2. Panaskan campuran susu tersebut dengan cara memasukkan susu
ke dalam Erlenmeyer. Kemudian, Erlenmeyer ini dimasukkan ke
dalam paci besar yang telah berisi air hingga suhunya kurang
lebih 90°C selama 15 menit.
3. Selanjutnya, dilakukan pendinginan sampa suhu mencapai
kurang lebih 43°C.
4. Masukkan bibit (starter) sebanyak 3–5% sedikit demi sedikit
sambil diaduk supaya larut.
5. Tutup dengan alumunium foil, peram hingga terjadi gumpalan
padat pada suhu 43°C selama 4 jam atau pada suhu kamar selama
18–20 jam.
6. Setelah pemeraman selesai, simpan dalam lemari es dan
dikeluarkan hanya pada saat digunakan.
Peranan Bakteri bagi Kehidupan Manusia
Bakteri pada umumnya adalah heterotrof. Namun, ada juga bakteri yang
autotrof, seperti bakteri kemosintetik. Bakteri ini mendapat energi melalui
reaksi kombinasi oksigen dengan molekul anorganik, seperti sulfur, nitrit,
atau amonia. Dalam prosesnya, mereka melepaskan sulfur atau nitrat, yang
merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan, ke dalam tanah.
Beberapa bakteri juga memiliki kemampuan untuk memecah selulosa,
komponen utama pembentuk dinding sel tumbuhan. Terdapat bakteri yang
memiliki simbiosis (hubungan hidup bersama) dengan mamalia ruminansia
(memamah biak, seperti sapi, kambing, domba). Bakteri ini hidup di saluran
pencernaan hewan memamah biak dan membantu mencerna makanan
berserat seperti rerumputan yang tidak dapat dicerna sendiri oleh hewan
tersebut. Simbiosis bakteri ini juga terdapat di dalam pencernaan Anda.
Bakteri ini menguraikan makanan yang tidak dapat tercerna dan mensintesis
vitamin seperti vitamin K dan B12.
Cyanobacteria mempunyai peranan dalam kehidupan manusia. Misalnya,
dalam ekosistem, Cyanobacteria berperan sebagai produsen dan makanan
bagi ikan-ikan kecil dan udang-udang kecil. Cyanobacteria juga dapat dijadikan
makanan. Contohnya Spirulina yang dapat dijadikan sumber makanan alternatif
dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi.
Anabaena, Cyanobacteria bersel satu, dapat bersimbiosis dengan paku
air Azolla pinnata. Anabaena mengikat nitrogen bebas dari udara sehingga
perairan cukup mengandung senyawa nitrogen yang dapat langsung
digunakan oleh tumbuhan lain. Anabaena dapat ditemukan di sawah-sawah
yang berair atau kolam yang dangkal.
Jenis simbiosis lain terjadi pada tumbuhan Leguminoseae dengan bakteri
pengikat nitrogen yang hidup pada nodul akar tumbuhan tersebut. Bakteri
ini menangkap gas nitrogen (N2) yang tidak dapat digunakan secara langsung
oleh tumbuhan dari udara dalam tanah. Kemudian, bakteri tersebut
menggabungkan nitrogen dengan hidrogen untuk menghasilkan amonium
(NH4+) yang merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan.
Bakteri juga memiliki peranan yang penting dalam produksi makanan
bagi manusia, seperti dalam pembuatan keju, yoghurt, cuka, dan asinan.
Pada umumnya, proses produksi makanan dilakukan dengan bantuan bakteri
melalui proses fermentasi. Proses fermentasi merupakan proses perombakan
senyawa organik kompleks menjadi senyawa organik sederhana secara
enzimatik dan anaerobik. Dalam proses anaerobik tidak memerlukan oksigen,
sedangkan aerobik memerlukan adanya oksigen.
Beberapa bakteri heterotrofik menggunakan energi dengan memecah
molekul organik yang kompleks (molekul yang mengandung karbon).
Manusia telah mampu memproduksi berbagai bahan berguna, namun dapat
berbahaya pula bagi lingkungan, misalnya detergen dan larutan beracun
benzen. Bakteri dapat mendegradasi bahan-bahan berbahaya ini. Istilah
biodegradable (artinya dapat dipecah oleh makhluk hidup) menunjukkan
hasil kerja dari bakteri pengurai bahan-bahan tersebut. Penggunaan agen
hayati sebagai pengurai limbah disebut bioremediasi.
Bakteri juga memegang peranan penting dalam siklus hidup ekosistem.
Bakteri memecah sampah dan jasad mati dari tumbuhan dan hewan serta
melepaskan nutrisi penting untuk digunakan kembali oleh makhluk hidupnya.
Selain memiliki berbagai manfaat, bakteri juga ada yang dapat
membahayakan kesehatan manusia. Bakteri penyebab penyakit disebut juga
bakteri patogen. Bakteri ini menyintesis substansi beracun yang dapat
menyebabkan penyakit. Contohnya, Clostridium tetani dan Clostridium
botulinum yang menyebabkan tetanus dan botulism (keracunan makanan
yang dapat menyebabkan kematian). Bakteri anaerob ini dapat bertahan
hidup dalam bentuk spora apabila berada di lingkungan yang tidak
menguntungkan.
Spora Clostridium tetani memasuki tubuh melalui luka atau tusukan.
Setelah luka menutup, spora bakteri akan pecah. Ketika mereka melakukan
perbanyakan diri, bakteri melepaskan racun yang memasuki aliran darah.
Karena sifat patogen dan dapat menyebabkan kematian, banyak bakteri
yang disalahgunakan. Penggunaan bakteri sebagai senjata biologis
dikembangkan oleh militer dan telah banyak menimbulkan korban jiwa.
Bakteri Yersina pestis, penyebab penyakit pes, telah digunakan pada perang
pada abad pertengahan.
autotrof, seperti bakteri kemosintetik. Bakteri ini mendapat energi melalui
reaksi kombinasi oksigen dengan molekul anorganik, seperti sulfur, nitrit,
atau amonia. Dalam prosesnya, mereka melepaskan sulfur atau nitrat, yang
merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan, ke dalam tanah.
Beberapa bakteri juga memiliki kemampuan untuk memecah selulosa,
komponen utama pembentuk dinding sel tumbuhan. Terdapat bakteri yang
memiliki simbiosis (hubungan hidup bersama) dengan mamalia ruminansia
(memamah biak, seperti sapi, kambing, domba). Bakteri ini hidup di saluran
pencernaan hewan memamah biak dan membantu mencerna makanan
berserat seperti rerumputan yang tidak dapat dicerna sendiri oleh hewan
tersebut. Simbiosis bakteri ini juga terdapat di dalam pencernaan Anda.
Bakteri ini menguraikan makanan yang tidak dapat tercerna dan mensintesis
vitamin seperti vitamin K dan B12.
Cyanobacteria mempunyai peranan dalam kehidupan manusia. Misalnya,
dalam ekosistem, Cyanobacteria berperan sebagai produsen dan makanan
bagi ikan-ikan kecil dan udang-udang kecil. Cyanobacteria juga dapat dijadikan
makanan. Contohnya Spirulina yang dapat dijadikan sumber makanan alternatif
dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi.
Anabaena, Cyanobacteria bersel satu, dapat bersimbiosis dengan paku
air Azolla pinnata. Anabaena mengikat nitrogen bebas dari udara sehingga
perairan cukup mengandung senyawa nitrogen yang dapat langsung
digunakan oleh tumbuhan lain. Anabaena dapat ditemukan di sawah-sawah
yang berair atau kolam yang dangkal.
Jenis simbiosis lain terjadi pada tumbuhan Leguminoseae dengan bakteri
pengikat nitrogen yang hidup pada nodul akar tumbuhan tersebut. Bakteri
ini menangkap gas nitrogen (N2) yang tidak dapat digunakan secara langsung
oleh tumbuhan dari udara dalam tanah. Kemudian, bakteri tersebut
menggabungkan nitrogen dengan hidrogen untuk menghasilkan amonium
(NH4+) yang merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan.
Bakteri juga memiliki peranan yang penting dalam produksi makanan
bagi manusia, seperti dalam pembuatan keju, yoghurt, cuka, dan asinan.
Pada umumnya, proses produksi makanan dilakukan dengan bantuan bakteri
melalui proses fermentasi. Proses fermentasi merupakan proses perombakan
senyawa organik kompleks menjadi senyawa organik sederhana secara
enzimatik dan anaerobik. Dalam proses anaerobik tidak memerlukan oksigen,
sedangkan aerobik memerlukan adanya oksigen.
Beberapa bakteri heterotrofik menggunakan energi dengan memecah
molekul organik yang kompleks (molekul yang mengandung karbon).
Manusia telah mampu memproduksi berbagai bahan berguna, namun dapat
berbahaya pula bagi lingkungan, misalnya detergen dan larutan beracun
benzen. Bakteri dapat mendegradasi bahan-bahan berbahaya ini. Istilah
biodegradable (artinya dapat dipecah oleh makhluk hidup) menunjukkan
hasil kerja dari bakteri pengurai bahan-bahan tersebut. Penggunaan agen
hayati sebagai pengurai limbah disebut bioremediasi.
Bakteri juga memegang peranan penting dalam siklus hidup ekosistem.
Bakteri memecah sampah dan jasad mati dari tumbuhan dan hewan serta
melepaskan nutrisi penting untuk digunakan kembali oleh makhluk hidupnya.
Selain memiliki berbagai manfaat, bakteri juga ada yang dapat
membahayakan kesehatan manusia. Bakteri penyebab penyakit disebut juga
bakteri patogen. Bakteri ini menyintesis substansi beracun yang dapat
menyebabkan penyakit. Contohnya, Clostridium tetani dan Clostridium
botulinum yang menyebabkan tetanus dan botulism (keracunan makanan
yang dapat menyebabkan kematian). Bakteri anaerob ini dapat bertahan
hidup dalam bentuk spora apabila berada di lingkungan yang tidak
menguntungkan.
Spora Clostridium tetani memasuki tubuh melalui luka atau tusukan.
Setelah luka menutup, spora bakteri akan pecah. Ketika mereka melakukan
perbanyakan diri, bakteri melepaskan racun yang memasuki aliran darah.
Karena sifat patogen dan dapat menyebabkan kematian, banyak bakteri
yang disalahgunakan. Penggunaan bakteri sebagai senjata biologis
dikembangkan oleh militer dan telah banyak menimbulkan korban jiwa.
Bakteri Yersina pestis, penyebab penyakit pes, telah digunakan pada perang
pada abad pertengahan.
Sejarah Politik
Sejak muncul ilmu sejarah, nampaknya bidang politik sentiasa menjadi perhatian
utama. Hal ini karena sejarah seringkali diungkap sebagai politik masa lampau.
Bahkan dikatakan bahwa sejarawan pada masa lampau cenderung melihat
aspek politik sebagai faktor penggerak yang mengubah perjalanan sejarah
manusia. Politik biasanya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan
kekuasaan. Dalam kekuasaan terdapat berbagai komponen misalkan penguasa
atau pemerintah, sistem pemerintahan, parlemen, undang-undang, partai politik,
negara, kerajaan, dan lain-lain. Penulisan sejarah yang bertemakan komponen
komponen tersebut biasanya dinilai sebagai sejarah politik.
Penulisan sejarah politik biasanya menampilkan peran-peran “orang besar”,
maksudnya adalah orang-orang yang memiliki pengaruh yang sangat besar
terhadap kekuasaan. Dalam sejarah politik, “orang-orang besar” dianggap
sebagai kekuatan yang menentukan jalannya sejarah. “Orang-orang besar”
misalnya raja atau pemimpin negara, misalnya Hitler, Kaisar Hirohito, dan
Musolini.
utama. Hal ini karena sejarah seringkali diungkap sebagai politik masa lampau.
Bahkan dikatakan bahwa sejarawan pada masa lampau cenderung melihat
aspek politik sebagai faktor penggerak yang mengubah perjalanan sejarah
manusia. Politik biasanya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan
kekuasaan. Dalam kekuasaan terdapat berbagai komponen misalkan penguasa
atau pemerintah, sistem pemerintahan, parlemen, undang-undang, partai politik,
negara, kerajaan, dan lain-lain. Penulisan sejarah yang bertemakan komponen
komponen tersebut biasanya dinilai sebagai sejarah politik.
Penulisan sejarah politik biasanya menampilkan peran-peran “orang besar”,
maksudnya adalah orang-orang yang memiliki pengaruh yang sangat besar
terhadap kekuasaan. Dalam sejarah politik, “orang-orang besar” dianggap
sebagai kekuatan yang menentukan jalannya sejarah. “Orang-orang besar”
misalnya raja atau pemimpin negara, misalnya Hitler, Kaisar Hirohito, dan
Musolini.
Sejarah Sosial
Sejarah sosial adalah sejarah tentang masyarakat. Menurut pendapat sejarawan
Belanda, P.J Blok, bahwa sejarah sosial ialah the history of the people. Ia
mengkaji mengenai pola-pola kebudayaan masyarakat manusia, terutama yang
memperlihatkan aspek-aspek sosial di dalamnya. Antara aspek-aspek yang
termasuk dalam bidang ini meliputi kebudayaan, kesenian, kesusastraan, agama,
ekonomi, pendidikan, perundangan, pemikiran, keluarga, perempuan, etnik, dan
sebagainya. Masyarakat dilihat sebagai suatu keseluruhan, sebagai bentukan
sosial atau sebagai struktur dan proses. Bagaimanakah suatu struktur
masyarakat berubah dalam suatu kurun waktu tertentu, merupakan kajian
sejarah sosial. Berbagai aspek kehidupan bisa dilihat sebagai bagian dari
kenyataan sosial hidup manusia.
Nana Supriatna (1997), mengemukakan bahwa sejarah sosial merupakan
sejarah yang mengkaji masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kelaparan,
kebodohan, keterbelakangan dan kemerosotan moral. Masalah-masalah yang
berhubungan dengan kepincangan-kepincangan dalam pengadaan pangan,
sandang, perumahan, kesehatan dan pendidikan menjadi fokus kajian sejarah
sosial. Demikian juga dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan
perubahan sosial, perubahan tata nilai, agama dan tradisi kebudayaan yang
juga ikut berpengaruh terhadap timbulnya masalah sosial.
Dengan demikian sejarah sosial merupakan suatu kajian sejarah tidak hanya
menyoroti masalah pertentangan atau gerakan sosial, melainkan berbagai
fenomena yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Kelahiran sejarah sosial
pada mulanya merupakan respon terhadap penulisan sejarah yang lebih
menekankan pada pendekatan politik. Maksud dari pendekatan ini adalah
sejarah yang hanya menampilkan “orang-orang” besar, misalnya para raja,
penguasa, negara, kerajaan, dan lain-lain. Pendekatan yang bersifat politik
memberikan kesan bahwa “orang-orang besarlah” yang berperan dalam
sejarah. “Orang-orang kecil” dianggap kurang penting dalam sejarah.
Sartono Kartodirdjo (1993) memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai
tipologi gerakan sosial, yaitu:
1. Gerakan Millenarianisme merupakan gerakan petani yang mengharapkan
kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang. Mereka yakin
bahwa gerakannya akan berhasil, maka akan tercipta perdamaian dan
kebahagiaan yang sempurna bahwa akan tercipta negara yang maju adil
dan makmur yang berada di bawah kepemimpinan yang adil dan jujur
percaya ramalan Jayabaya yang kelak akan tercipta negara yang aman
dan makmur di bawah seorang ratu adil yang akan membebaskan para
petani dari segala penderitaan yang dialami sekarang.
2. Gerakan mesianisme merupakan gerakan petani yang memperjuangkan
datangnya seorang juru selamat, ratu adil yang akan menegakkan keadilan
dan perdamaian dalam sebuah negara yang makmur dipengaruhi oleh mitos
Jawa tentang munculnya ratu adil yang merupakan raja kebenaran, yang
akan membebaskan rakyat dari segala penyakit, kelaparan dan setiap jenis
kejahatan yang percaya kedatangan raja yang adil ini ditandai dengan
bencana alam, menurunnya martabat, kemelaratan, dan penderitaan.
3. Gerakan nativisme merupakan gerakan petani yang menginginkan
bangkitnya kejayaan masa lampau yang dipimpin oleh raja yang adil dan
memperhatikan kesejahteraan rakyat. Gerakan ini lebih kepribumian
dengan menginginkan tampilnya seorang pribumi sebagai penguasa yang
adil seperti terjadi pada masa sebelum datangnya penjajah.
4. Gerakan fisabilillah/perang jihad dimana unsur Islam menjadi dasar bagi
gerakan radikalisme agraria. Motivasi untuk menciptakan kondisi sosial,
ekonomi, dan budaya yang berdasarkan ajaran agama Islam serta mengusir
penjajah asing yang kafir. Gerakan ini sangat radikal karena selalu
mengantagoniskan lawan sebagai musuh yang bertentangan dengan ajaran
Islam. Gerakan ini yakin bahwa apabila mereka mati dalam perlawanan
terhadap penguasa kafir maka kelak mereka akan mati syahid dan masuk
syurga.
Michael Adas (1988) mengemukakan bahwa terjadinya gerakan sosial itu
disebabkan oleh:
1. Adanya ketidakpuasan yang timbul dari pengalaman pribadi dan dendam
partisipan yang dihasilkan oleh kondisi kehidupan mereka sehari-hari
(dianalisis dengan teori deprivasi relatif) yaitu adanya persepsi atas
penyimpangan antara harapan dan kapasitas ini menimbulkan deprivasi
perasaan (sense of deprivation) yang secara relatif dan kolektif telah
dialami yang membandingkan status dan kemampuan mereka satu sama
lain terhadap orang-orang yang ada pada zaman sebelumnya sehingga
tercipta standar baru yang menyebabkan tekanan dan keputusasaan yang
berat dan merata sehingga timbul gerakan protes kolektif yang
direncanakan untuk memperbaiki ketegangan dengan menutup kesenjangan
antara pengharapan partisipan dan kapasitas mereka. Tuntutan ekonomi
sebagai pusat dalam satu kasus, tetapi ancaman terhadap kepercayaan
keagamaan/status sosial pun penting.
2. Adanya birokrasi kolonial dan pergantian di kalangan elit yaitu masalah
keabsahan sebagai dampak administrasi kolonial yang meluas jauh di luar
pengaruh yang paling nyata terhadap para pemimpin pribumi pada tingkat
yang berbeda-beda.
3. Adanya Pergantian kekuasaan, legitiminasi dan deprivasi relatif yaitu
munculnya perasaan terdeprevisasi secara cepat dirasakan oleh kelompokkelompok
elit yang digantikan kekuasaan atau dipilih kembali sekadar
sebagai pelengkap bagi agen kolonial yang menggantikan dan merampas
kekuasaan mereka.
4. Adanya paksaan bagi koloni untuk membayar tanah, buruh dan pajak yang
disebabkan karena pembentukan sistem administratif dan hukum kolonial
yang merupakan respon dari kebutuhan kapitalisme Laissez-Faire sangat
penting bagi tujuan memaksa koloni untuk membayar salah satunya dengan
tanam paksa.
5. Adanya pemerasan, pertikaian etnik dan deprivasi relatif. Gerakan
revolusioner yang disebabkan karena terjadinya penindasan yang kejam
dan kemiskinan yang menghimpit tidak selalu menggerakkan orang untuk
memberontak karena potensi protes sosial dengan kekerasan lebih
berhubungan dengan defrivasi relatif daripada absolut. Penguasa kolonial
Eropa, melalui pengunaan kekuasaan militer dan teknologi komunikasi yang
lebih unggul dapat meningkatkan berbagai tuntutan yang dibebankan
kepada rakyat petani dalam bentuk jasa buruh dan sejumlah produk. Di
bawah pemerintahan kolonial kerangka pemikiran ekonomi yang
berorientasi swasembada dipertahankan dan orang Eropa selalu bertindak
secara tidak langsung melalui perantara orang pribumi non-Eropa dan
imigran.
Belanda, P.J Blok, bahwa sejarah sosial ialah the history of the people. Ia
mengkaji mengenai pola-pola kebudayaan masyarakat manusia, terutama yang
memperlihatkan aspek-aspek sosial di dalamnya. Antara aspek-aspek yang
termasuk dalam bidang ini meliputi kebudayaan, kesenian, kesusastraan, agama,
ekonomi, pendidikan, perundangan, pemikiran, keluarga, perempuan, etnik, dan
sebagainya. Masyarakat dilihat sebagai suatu keseluruhan, sebagai bentukan
sosial atau sebagai struktur dan proses. Bagaimanakah suatu struktur
masyarakat berubah dalam suatu kurun waktu tertentu, merupakan kajian
sejarah sosial. Berbagai aspek kehidupan bisa dilihat sebagai bagian dari
kenyataan sosial hidup manusia.
Nana Supriatna (1997), mengemukakan bahwa sejarah sosial merupakan
sejarah yang mengkaji masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kelaparan,
kebodohan, keterbelakangan dan kemerosotan moral. Masalah-masalah yang
berhubungan dengan kepincangan-kepincangan dalam pengadaan pangan,
sandang, perumahan, kesehatan dan pendidikan menjadi fokus kajian sejarah
sosial. Demikian juga dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan
perubahan sosial, perubahan tata nilai, agama dan tradisi kebudayaan yang
juga ikut berpengaruh terhadap timbulnya masalah sosial.
Dengan demikian sejarah sosial merupakan suatu kajian sejarah tidak hanya
menyoroti masalah pertentangan atau gerakan sosial, melainkan berbagai
fenomena yang muncul dalam kehidupan masyarakat. Kelahiran sejarah sosial
pada mulanya merupakan respon terhadap penulisan sejarah yang lebih
menekankan pada pendekatan politik. Maksud dari pendekatan ini adalah
sejarah yang hanya menampilkan “orang-orang” besar, misalnya para raja,
penguasa, negara, kerajaan, dan lain-lain. Pendekatan yang bersifat politik
memberikan kesan bahwa “orang-orang besarlah” yang berperan dalam
sejarah. “Orang-orang kecil” dianggap kurang penting dalam sejarah.
Sartono Kartodirdjo (1993) memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai
tipologi gerakan sosial, yaitu:
1. Gerakan Millenarianisme merupakan gerakan petani yang mengharapkan
kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang. Mereka yakin
bahwa gerakannya akan berhasil, maka akan tercipta perdamaian dan
kebahagiaan yang sempurna bahwa akan tercipta negara yang maju adil
dan makmur yang berada di bawah kepemimpinan yang adil dan jujur
percaya ramalan Jayabaya yang kelak akan tercipta negara yang aman
dan makmur di bawah seorang ratu adil yang akan membebaskan para
petani dari segala penderitaan yang dialami sekarang.
2. Gerakan mesianisme merupakan gerakan petani yang memperjuangkan
datangnya seorang juru selamat, ratu adil yang akan menegakkan keadilan
dan perdamaian dalam sebuah negara yang makmur dipengaruhi oleh mitos
Jawa tentang munculnya ratu adil yang merupakan raja kebenaran, yang
akan membebaskan rakyat dari segala penyakit, kelaparan dan setiap jenis
kejahatan yang percaya kedatangan raja yang adil ini ditandai dengan
bencana alam, menurunnya martabat, kemelaratan, dan penderitaan.
3. Gerakan nativisme merupakan gerakan petani yang menginginkan
bangkitnya kejayaan masa lampau yang dipimpin oleh raja yang adil dan
memperhatikan kesejahteraan rakyat. Gerakan ini lebih kepribumian
dengan menginginkan tampilnya seorang pribumi sebagai penguasa yang
adil seperti terjadi pada masa sebelum datangnya penjajah.
4. Gerakan fisabilillah/perang jihad dimana unsur Islam menjadi dasar bagi
gerakan radikalisme agraria. Motivasi untuk menciptakan kondisi sosial,
ekonomi, dan budaya yang berdasarkan ajaran agama Islam serta mengusir
penjajah asing yang kafir. Gerakan ini sangat radikal karena selalu
mengantagoniskan lawan sebagai musuh yang bertentangan dengan ajaran
Islam. Gerakan ini yakin bahwa apabila mereka mati dalam perlawanan
terhadap penguasa kafir maka kelak mereka akan mati syahid dan masuk
syurga.
Michael Adas (1988) mengemukakan bahwa terjadinya gerakan sosial itu
disebabkan oleh:
1. Adanya ketidakpuasan yang timbul dari pengalaman pribadi dan dendam
partisipan yang dihasilkan oleh kondisi kehidupan mereka sehari-hari
(dianalisis dengan teori deprivasi relatif) yaitu adanya persepsi atas
penyimpangan antara harapan dan kapasitas ini menimbulkan deprivasi
perasaan (sense of deprivation) yang secara relatif dan kolektif telah
dialami yang membandingkan status dan kemampuan mereka satu sama
lain terhadap orang-orang yang ada pada zaman sebelumnya sehingga
tercipta standar baru yang menyebabkan tekanan dan keputusasaan yang
berat dan merata sehingga timbul gerakan protes kolektif yang
direncanakan untuk memperbaiki ketegangan dengan menutup kesenjangan
antara pengharapan partisipan dan kapasitas mereka. Tuntutan ekonomi
sebagai pusat dalam satu kasus, tetapi ancaman terhadap kepercayaan
keagamaan/status sosial pun penting.
2. Adanya birokrasi kolonial dan pergantian di kalangan elit yaitu masalah
keabsahan sebagai dampak administrasi kolonial yang meluas jauh di luar
pengaruh yang paling nyata terhadap para pemimpin pribumi pada tingkat
yang berbeda-beda.
3. Adanya Pergantian kekuasaan, legitiminasi dan deprivasi relatif yaitu
munculnya perasaan terdeprevisasi secara cepat dirasakan oleh kelompokkelompok
elit yang digantikan kekuasaan atau dipilih kembali sekadar
sebagai pelengkap bagi agen kolonial yang menggantikan dan merampas
kekuasaan mereka.
4. Adanya paksaan bagi koloni untuk membayar tanah, buruh dan pajak yang
disebabkan karena pembentukan sistem administratif dan hukum kolonial
yang merupakan respon dari kebutuhan kapitalisme Laissez-Faire sangat
penting bagi tujuan memaksa koloni untuk membayar salah satunya dengan
tanam paksa.
5. Adanya pemerasan, pertikaian etnik dan deprivasi relatif. Gerakan
revolusioner yang disebabkan karena terjadinya penindasan yang kejam
dan kemiskinan yang menghimpit tidak selalu menggerakkan orang untuk
memberontak karena potensi protes sosial dengan kekerasan lebih
berhubungan dengan defrivasi relatif daripada absolut. Penguasa kolonial
Eropa, melalui pengunaan kekuasaan militer dan teknologi komunikasi yang
lebih unggul dapat meningkatkan berbagai tuntutan yang dibebankan
kepada rakyat petani dalam bentuk jasa buruh dan sejumlah produk. Di
bawah pemerintahan kolonial kerangka pemikiran ekonomi yang
berorientasi swasembada dipertahankan dan orang Eropa selalu bertindak
secara tidak langsung melalui perantara orang pribumi non-Eropa dan
imigran.
Langganan:
Postingan (Atom)