Jumat, 01 Juni 2012

Peranan Bakteri bagi Kehidupan Manusia

Bakteri pada umumnya adalah heterotrof. Namun, ada juga bakteri yang
autotrof, seperti bakteri kemosintetik. Bakteri ini mendapat energi melalui
reaksi kombinasi oksigen dengan molekul anorganik, seperti sulfur, nitrit,
atau amonia. Dalam prosesnya, mereka melepaskan sulfur atau nitrat, yang
merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan, ke dalam tanah.


Beberapa bakteri juga memiliki kemampuan untuk memecah selulosa,
komponen utama pembentuk dinding sel tumbuhan. Terdapat bakteri yang
memiliki simbiosis (hubungan hidup bersama) dengan mamalia ruminansia
(memamah biak, seperti sapi, kambing, domba). Bakteri ini hidup di saluran
pencernaan hewan memamah biak dan membantu mencerna makanan
berserat seperti rerumputan yang tidak dapat dicerna sendiri oleh hewan
tersebut. Simbiosis bakteri ini juga terdapat di dalam pencernaan Anda.
Bakteri ini menguraikan makanan yang tidak dapat tercerna dan mensintesis
vitamin seperti vitamin K dan B12.


Cyanobacteria mempunyai peranan dalam kehidupan manusia. Misalnya,
dalam ekosistem, Cyanobacteria berperan sebagai produsen dan makanan
bagi ikan-ikan kecil dan udang-udang kecil. Cyanobacteria juga dapat dijadikan
makanan. Contohnya Spirulina yang dapat dijadikan sumber makanan alternatif
dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi.


Anabaena, Cyanobacteria bersel satu, dapat bersimbiosis dengan paku
air Azolla pinnata. Anabaena mengikat nitrogen bebas dari udara sehingga
perairan cukup mengandung senyawa nitrogen yang dapat langsung
digunakan oleh tumbuhan lain. Anabaena dapat ditemukan di sawah-sawah
yang berair atau kolam yang dangkal.



Jenis simbiosis lain terjadi pada tumbuhan Leguminoseae dengan bakteri
pengikat nitrogen yang hidup pada nodul akar tumbuhan tersebut. Bakteri
ini menangkap gas nitrogen (N2) yang tidak dapat digunakan secara langsung
oleh tumbuhan dari udara dalam tanah. Kemudian, bakteri tersebut
menggabungkan nitrogen dengan hidrogen untuk menghasilkan amonium
(NH4+) yang merupakan nutrisi penting bagi tumbuhan.


Bakteri juga memiliki peranan yang penting dalam produksi makanan
bagi manusia, seperti dalam pembuatan keju, yoghurt, cuka, dan asinan.
Pada umumnya, proses produksi makanan dilakukan dengan bantuan bakteri
melalui proses fermentasi. Proses fermentasi merupakan proses perombakan
senyawa organik kompleks menjadi senyawa organik sederhana secara
enzimatik dan anaerobik. Dalam proses anaerobik tidak memerlukan oksigen,
sedangkan aerobik memerlukan adanya oksigen.


Beberapa bakteri heterotrofik menggunakan energi dengan memecah
molekul organik yang kompleks (molekul yang mengandung karbon).
Manusia telah mampu memproduksi berbagai bahan berguna, namun dapat
berbahaya pula bagi lingkungan, misalnya detergen dan larutan beracun
benzen. Bakteri dapat mendegradasi bahan-bahan berbahaya ini. Istilah
biodegradable (artinya dapat dipecah oleh makhluk hidup) menunjukkan
hasil kerja dari bakteri pengurai bahan-bahan tersebut. Penggunaan agen
hayati sebagai pengurai limbah disebut bioremediasi.


Bakteri juga memegang peranan penting dalam siklus hidup ekosistem.
Bakteri memecah sampah dan jasad mati dari tumbuhan dan hewan serta
melepaskan nutrisi penting untuk digunakan kembali oleh makhluk hidupnya.
Selain memiliki berbagai manfaat, bakteri juga ada yang dapat


membahayakan kesehatan manusia. Bakteri penyebab penyakit disebut juga
bakteri patogen. Bakteri ini menyintesis substansi beracun yang dapat
menyebabkan penyakit. Contohnya, Clostridium tetani dan Clostridium
botulinum yang menyebabkan tetanus dan botulism (keracunan makanan
yang dapat menyebabkan kematian). Bakteri anaerob ini dapat bertahan
hidup dalam bentuk spora apabila berada di lingkungan yang tidak
menguntungkan.


Spora Clostridium tetani memasuki tubuh melalui luka atau tusukan.
Setelah luka menutup, spora bakteri akan pecah. Ketika mereka melakukan
perbanyakan diri, bakteri melepaskan racun yang memasuki aliran darah.
Karena sifat patogen dan dapat menyebabkan kematian, banyak bakteri
yang disalahgunakan. Penggunaan bakteri sebagai senjata biologis
dikembangkan oleh militer dan telah banyak menimbulkan korban jiwa.
Bakteri Yersina pestis, penyebab penyakit pes, telah digunakan pada perang
pada abad pertengahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar