Senin, 04 Juni 2012

Peradaban Lembah Sungai Mekong

1. Lokasi
Daerah pegunungan Kwen Lun di Asia Tengah merupakan asal Sungai
Mekong atau Kamboja, mengalir melalui daerah Cina Selatan, menjadi
perbatasan Thailand dan Indo Cina dan membangun Tanjung Kamboja. Sungai
Mekong memberikan kesuburan tanah kepada daerah-daerah yang dilalui, seperti
Laos, Vietnam, dan Kamboja.


2. Pendukung
Manusia-manusia kuno juga berasal dari Asia Tengah. Melalui sungai atau
lembah mereka menyebar ke daerah pantai. Penyebaran mereka mungkin
disebabkan karena adanya wabah penyakit atau bencana alam. Dari fosil yang
ditemukan, dapat dinyatakan bahwa mereka terdiri atas beberapa jenis, seperti
Papua Melanesoid, Mongoloid dan Austroloid. Percampuran mereka melahirkan
bangsa Melayu yang berkulit sawo matang. Daerah Teluk Tonkin di Indo Cina
merupakan tanah air mereka yang kedua. Dari Indo Cina mereka menyebar ke
Kamboja, Muangthai yang kemudian menjadi bangsa Austro-Asia, dan sebagian
besar ke kepulauan yang kemudian menjadi bangsa Austronesia.


3. Kebudayaan
Pada lembah sungai Mekong terdapat dua pusat peradaban, yaitu Bacson-
Hoabinh dan Dongson. Bascon adalah daerah pegunungan dan Hoabinh adalah
dataran. Keduanya terletak tidak jauh dari Teluk Tonkin. Peradaban daerah ini
pada mulanya adalah Mesolitikum. Hasil budayanya yang terkenal ialah kapak
Sumatra dengan bangsa Papua Melanesoid sebagai pendukungnya. Kemudian
dari Teluk Tonkin berkembang kebudayaan Neolitikum dengan alat-alatnya
berupa kapak persegi dan kapak lonjong. Kapak persegi menyebar melalui
Muangthai, Semenanjung Melayu ke Indonesia Barat dengan pendukungnya
bangsa Melayu Austronesia. Sedangkan, kapak lonjong menyebar melalui
Taiwan, Filipina ke Indonesia Timur dengan Papua Melanesoid sebagai
pendukungnya. Penyebaran tersebut berlangsung sekitar 2000 SM.
Dongson merupakan asal kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Karena
itu, kebudayaan perunggu di Asia Tenggara disebut juga Kebudayaan Dongson.
Pendukung dan penyebar kebudayaan Dongson adalah bangsa Melayu Baru

yang menyebar ke kepulauan Nusantara sekitar 500 SM. Beberapa jenis alat
dari perunggu adalah kapak corong yang merupakan kapak logam bertangkai.
Selain kebudayaan yang sifatnya material tersebut, juga telah dikenal
beberapa macam kebudayaan spiritual, antara lain :


a. Kepandaian Membuat Perahu
Perahu ini dipergunakan untuk perpindahan dari daratan Asia ke daerah
kepulauan (Austronesia). Salah satu ciri khas perahu buatan bangsa Melayu
adalah dipergunakannya cadik. Cadik terbuat dari kayu atau bambu dan
yang membuat perahu menjadi seimbang sehingga tidak mudah goyang.


b. Kepandaian Bercocok Tanam
Bercocok tanam meliputi berladang maupun bersawah. Hasilnya berupa
padi yang merupakan bahan makanan pokok, di samping palawija yang
merupakan tanaman selingan, seperti kacang, kedelai, dan jagung. Untuk
mengerjakan sawah, mereka menggunakan bajak yang ditarik oleh kerbau
atau sapi.


c. Pengetahuan Perbintangan atau Astronomi
Pengetahuan astronomi dipergunakan bangsa Melayu untuk pertanian
dan pelayaran. Gugusan bintang Waluku yang bentuknya seperti bajak dipergunakan
sebagai tanda untuk mengetahui datangnya musim bercocok
tanam; sedangkan gugusan Bintang Salib Selatan dipergunakan untuk
mengetahui arah dalam pelayaran.


d. Kepercayaan
Pemujaan roh nenek moyang (animisme) dan pemujaan terhadap
benda-benda yang mempunyai kekuatan gaib (dinamisme) adalah kepercayaan
yang mereka kenal. Dalam prakteknya kedua macam kepercayaan
itu menimbulkan kebudayaan wayang, pemujaan makam dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar