Selasa, 29 Mei 2012

JENIS-JENIS SEJARAH

Majunya ilmu pengetahuan maka berimbas terhadap makin
beraneka ragamnya kajian topik sejarah yang diteliti oleh para
ahli. Tema sejarah menjadi terbagi menjadi beberapa jenis yang
didasarkan pada objek yang dikaji, wilayah yang menjadi kajian,
dan aspek-aspek lain.


Jenis sejarah berdasarkan tema misalnya, menyangkut
sejarah politik, sejarah perekonomian, sejarah sosial dan sejarah

pendidikan. Sementara jenis sejarah berdasarkan wilayah kajian,
misalnya sejarah Indonesia, Sejarah Asia Timur, Sejarah Eropa.
Lalu jenis sejarah berdasarkan cakupan wilayah pembahasan
misalnya, Sejarah Dunia, Sejarah Nasional dan Sejarah Lokal.
Di bawah ini akan diberikan beberapa deskripsi yang berkaitan
dengan jenis sejarah berdasarkan objek atau tema yang dikaji.


1. Sejarah Politik
Sejarah politik merupakan sejarah yang membicarakan soal
keterkaitan manusia dengan pemerintahan. Bentuk sejarah politik
yang lama adalah sejarah kerajaan. Datangnya bangsa Barat yang
menimbulkan sistem penjajahan di Indonesia juga memperkaya
penulisan sejarah politik.


2. Sejarah Ekonomi
Sejarah ekonomi merupakan sejarah mengenai perekonomian.
Pada awalnya masyarakat yang sederhana mencukupi kebutuhan
hidupnya dengan mengambil dari apa yang ada di alam sekitarnya
(food gathering). Berkat kecerdasan yang dimiliki dan karena
kebutuhan yang terus meningkat maka manusia mulai
menghasilkan bahan makanan yang diperlukan (food producing).
Pada mulanya, sistem ladang yang dikerjakan kemudian sistem
sawah sehingga kebutuhannya makin mudah dapat dipenuhi.
Setelah hubungan ekonomi dengan luar dilakukan, orang mulai
mengusahakan perkebunan yang penghasilannya lebih tinggi.
Sementara itu, manusia mulai mengusahakan guna memenuhi
kebutuhan yang bersifat sekunder. Makin luasnya hubungan
dengan dunia luar maka kegiatan ekonomi ditingkatkan menjadi
industri. Hubungan antarbangsa memungkinkan dilakukan
perdagangan yang lebih luas sehingga mencapai tingkat dunia.


3. Sejarah Kebudayaan
Sejarah kebudayaan merupakan sejarah tentang kebudayaan.
Dengan kebudayaan, kebutuhan fisik manusia dapat tercukupi.
Hal itu dapat diwujudkan karena manusia mempunyai akal dan
budi sehingga berbeda dengan hewan yang hidupnya sekadar
naluriah dan alamiah. Apabila kebutuhan pokok (basic needs)
sudah terpenuhi, manusia mulai ingin menikmati kebutuhan
psikisnya dengan menikmati hasil budaya, di antaranya kesenian.
Timbullah sejarah kesenian seperti seni suara, seni tari, seni ukir.


4. Sejarah Teknologi
Sejarah teknologi menggambarkan bagaimana manusia
menciptakan cara atau alat-alat agar apa yang dikehendaki mudah
diperoleh. Ditinjau dari cara membuat sesuatu, pada mulanya
manusia menggunakan tangan. Demi kebutuhan yang terus
meningkat, dipergunakan mesin yang dapat bekerja lebih cepat
dan efektif. Teknologi yang dipergunakan terus meningkat secara

cepat. Semula ditemukan sumber tenaga berupa uap kemudian
berkembang pada bentuk gas dan akhirnya atom. Industri pun
berkembang cepat sehingga timbul revolusi industri. Kemajuan
teknologi yang sekarang dinilai menakjubkan adalah kemajuan
dalam bidang biologi berupa kloning dan elektronik berupa
komputer dan telekomunikasi.


5. Sejarah Sosial
Sejarah sosial mempunyai bahan garapan yang sangat luas dan
beraneka ragam. Kebanyakan sejarah sosial juga mempunyai
hubungan dengan sejarah ekonomi, sejarah politik, dan bidangbidang
lain. Contoh sejarah sosial-ekonomi, misalnya mengenai
kemiskinan rakyat Indonesia pada masa penjajahan kolonial
Belanda yang ternyata merupakan dampak dari kebijakan
pemerintahan kolonial berupa tanam paksa. Ini berarti ”waktu”
tetap memegang peranan dalam penulisan sejarah. Ketika suatu
tulisan tidak memuat unsur waktu maka tulisan tersebut tidak
dapat disebut sebagai tulisan sejarah. Sebagai contoh dari sejarah
sosial ini adalah disertasi dari Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo yang
berjudul Pemberontakan Petani Banten 1888.


6. Sejarah Pendidikan
Sejarah pendidikan merupakan uraian tentang proses perkembangan
pendidikan di suatu daerah. Secara umum p
endidikan dibedakan
atas tingkat dasar, menengah, dan tinggi. Dari suatu tingkat
pendidikan setempat dapatlah diketahui sudah maju tidaknya
masyarakat setempat. Proses perkembangan pendidikan di
Indonesia, salah satunya dapat dilihat dari pendidikan pada masa
kolonial Belanda sampai pada masa RI. Dari sejarah pendidikan dapat
diketahui bahwa pendidikan yang diberikan pemerintah kolonial
Belanda di Indonesia bertujuan untuk memperoleh tenaga kerja yang

murah, sedangkan Republik Indonesia bertujuan mencerdaskan
kehidupan bangsa. Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, belum
didirikan universitas, yang ada hanyalah sekolah tinggi. Setelah
Indonesia merdeka, jumlah sekolah atau lembaga pendidikan tinggi
di Indonesia terus meningkat


7. Sejarah Dunia
Sejarah Dunia telah kita ketahui bahwa perkembangan dunia
dewasa ini sangat pesat sehingga sukar bagi seseorang untuk
mengikuti secara terus menerus. Di antara kejadian-kejadian itu
terdapat peristiwa-peristiwa penting dan kurang penting.
Peristiwa-peristiwa yang dianggap penting kemudian dicatat
sebagai kejadian yang bersejarah dan secara cepat tersiar ke
seluruh dunia. Di samping itu, seringkali peristiwa-peristiwa yang
terjadi pada suatu negara erat kaitannya dengan peristiwa yang
terjadi pada belahan bumi yang lain. Untuk itulah mempelajari
sejarah dunia, juga penting artinya untuk memahami sejarah
nasional suatu bangsa. Sebagai contoh kedatangan Herman
Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda,
tidak lepas dari pendudukan Perancis (Napoleon Bonaparte)
terhadap negeri Belanda di Eropa.


8. Sejarah Nasional Indonesia
Sejarah Nasional Indonesia, pengertian tentang Sejarah Indonesia
sebenarnya baru terdapat sejak tahun 1942. Sebelum itu
pengajaran sejarah di Indonesia masih menggunakan Sejarah
Hindia Belanda. Materi Sejarah Hindia tentu saja lebih banyak
berorientasi pada kepentingan politik penjajah yang banyak
menceritakan sejarah bangsa Belanda di Indonesia sejak tahun
1600. Tahun-tahun sebelumnya dianggap oleh Belanda sebagai
suatu pendahuluan singkat dari cerita Belanda di
Indonesia.Dengan runtuhnya pemerintah Hindia Belanda pada
tahun 1942, pengajaran sejarah di Indonesia mengalami masa
baru. Hampir semua buku atau diktat yang diterbitkan pada masa
itu menggunakan istilah Sejarah Indonesia, Sejarah Tanah Air,
Sejarah Kebangsaan, Sejarah Nasional, Sejarah Nusantara, dan
lain sebagainya. Dalam perubahan ini yang terpenting adalah
perubahan pembabakan waktu atau periodisasi, misalnya, terdapat
istilah Zaman Penjajahan VOC (1602-1799), Zaman
Kemerdekaan, dan Iain-lain. Para penyusun sejarah Indonesia
berlomba-lomba agar materi sejarah yang disajikannya akan
sanggup menempa pembacanya menjadi warga negara yang
memiliki sifat kebangsaan. Itu semua dilukiskan dengan adanya
penggambaran perjuangan yang patriotik dari bangsa Indonesia
terhadap usaha-usaha bangsa lain untuk merongrong
kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, pengajaran sejarah
Indonesia oleh guru-guru sejarah menjadi sangat penting.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar