Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

Daftar Nama Mata Uang Dunia

Daftar Nama Mata Uang Dunia - Setiap negara tentu memilki mata uang yang berbeda-beda dan kurs yang berbeda pula. Biasanya yang menjadi patokan adalah USD atau United States Dollar/Dollar Amerika. Nama mata uang dunia juga masuk ke mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Untuk lebih mengetahui mengenainama mata uang dunia silakan lihat daftar dibawah ini:  

Abbesinia : Dollar                   Afghanistan : Afgani
Afrika Selatan : Rand              Afrika Tengah : Franc
Albania : Lek                          Aliazair : Dinar
Amerika Serikat : Dollar           Angola : Kwanza
Argentina : Peso                    Australia : Dollar
Austria : Shilling                     Bangladesh : Taha
Belanda : Gulden                    Belgia : Franc
Bolivia : Boliviarnus                Brazil : Cruzeiro
Brunei Darussalam : Dollar      Bulgaria : Lev
Canada : Dollar                      Cekoslovakia : Koruna
Ceylon : Rupee                      Chad : Franc
Chili : Peso                            Cina : Yuan
Denmark : Krone                   Dominika : Peso
EI Salvador : Kolon                Emirat Arab : Dirham
Equador : Sucrve                   Ethiopia : Birr
Filipina : Peso                        Finlandia : Markka
Ghana : Cedi                         Guatemala : Queizal
Haiti : Courde                       Honduras : Lempira
Hongaria : Forint                   Hongkong : Dollar
India : Rupee                        Indonesia : Rupiah
Inggris : Pound Sterling          Irak : Dinar
Iran : Real                            Irlandia : Pound
Islandia : Krona                     Italia : Lire
Jamaika : Dollar                     Jepang : Yen
Jerman : Deutsche Mark          Kamboja : Riel
Kamerun : Franc                    Kenya : Shilling
Kolumbia : Peso                    Kongo : Franc
Korea Selatan. : Won             Korea utara : Won
Kuba : Peso                          Kuwait : Dinar
Laos : New Kip                      Libanon : Pound
Liberia : Dollar                       Libia : Dinar
Luxemburg : Franc                 Malaysia : Ringgit
Malvinas : Pound                   Maroko : Dirham
Meksiko : Peso                      Mesir : Pound
Monako : Franc                     Mongolia : Tugrik
Mozambik : Escudo                Muangthai : Bath
Myanmar : Kyat                     Namibia : Rand
Nepal : Rupee                       New Zealand : Dollar
Nicaragua : Kordoba              Nigeria : Naira
Norwegia : Kroon                  Oman : Rial
Pakistan : Rupee                   Panama : Balboa
Papua Nugini : Kina               Paraguay : Guarani
Perancis : Franc                     Peru : Sole
Polandia : Zloty                     Portugal : Escudo
Qatar : Riyal                          Rumania : Leu
Saudia Arabia : Riyal              Senegal : Franc
Singapura : Dollar                  Siprus : Pound
Spanyol : Peseta                   Srilanka : Rupee
Sudan : Pound                       Suriah : Pound
Suriname : Guilder                 Swedia : Kroon
Swiss : Franc                        Syria : Pound
Taiwan : Dollar                      Tanzania : Shilling
Tunisia : Dinar                      Turki : Lira
Uganda : Shilling                   Uruguay : Peso
Vatikan : Lira                        Venezuela : Bolivar
Vietnam : Dong                     Yaman : Imani
Yordania : Dinar                    Yugoslavia : Dinar
Yunani : Drachma                  Zaire : Zaire
Zambia : Kwacha                   Zimbabwe : Dollar Zimbabwe
  
Nah, semoga dengan daftar nama mata uang dunia bisa bermanfaat bagi kita.

Senin, 04 Juni 2012

Perilaku Produsen

a. Pengertian Produksi


Sebelum memahami perilaku produsen, terlebih dahulu pahami
makna produksi itu sendiri. Produksi merupakan kegiatan menghasilkan
barang dan jasa. Penghasil barang dan jasa dinamakan produsen. Barang
dan jasa dapat disebut juga barang.

Pengertian produksi secara sempit adalah perbuatan atau kegiatan
manusia untuk membuat suatu barang atau mengubah suatu barang
menjadi barang yang lain. Secara luas, produksi dapat diartikan sebagai
segala perbuatan atau kegiatan manusia baik secara langsung maupun
tidak langsung yang ditujukan untuk menambah atau mempertinggi
nilai dan guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Dengan demikian, produksi meliputi semua perbuatan atau kegiatan
yang tidak hanya mencakup pembuatan barang-barang saja, tetapi dapat
juga membuat atau menciptakan jasa pelayanan, seperti acara hiburan,
penulisan buku-buku cerita, dan pelayanan jasa keuangan.
Kegiatan produksi merupakan suatu sistem artinya bahwa terdapat
hubungan yang saling memberikan pengaruh dan me mengaruhi antara
faktor produksi yang satu dan yang lainnya. Di samping itu, kegiatan
produksi merupakan suatu proses artinya bahwa produksi dilakukan
melalui tahap demi tahap secara berurutan.

Dilihat dari bidang garapannya, produksi dapat dikelompokkan
menjadi sebagai berikut.


1) Produksi Ekstraktif
Kegiatan produksi yang dilakukan pada perusahaan ekstraktif, yaitu
dengan cara mengambil kekayaan alam yang dapat digunakan untuk
memenuhi kebutuhan manusia tanpa mengubah sifat maupun bentuk
barangnya. Contohnya, adalah perusahaan penambangan dan perusahaan
penangkapan ikan di laut.



2) Produksi Agraris
Kegiatan produksi yang dilakukan pada perusahaan agraris, yaitu
dengan cara mengolah sumber daya alam terlebih dahulu sehingga menghasilkan
barang baru. Misalnya, mengolah tanah pertanian, membuat
perkebunan kelapa sawit, dan pemeliharaan ikan bandeng. Dengan
demikian, pengertian agraris tidak hanya mencakup pertanian saja, tetapi
juga peternakan.


3) Produksi Industri
Kegiatan yang dilakukan pada perusahaan industri berhubungan
dengan usaha dan kegiatan manusia mengolah bahan mentah atau bahan
baku menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi. Kegiatan ini pada
dasarnya adalah usaha untuk mempertinggi kegunaan dan nilai barang
untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contohnya, industri penggergajian
kayu, industri sepeda motor, industri mobil, industri pesawat
terbang, industri pakan ayam, dan industri obat-obatan.


4) Produksi Perdagangan
Kegiatan yang dilakukan perdagangan berhubungan dengan
penyaluran hasil produksi dari produsen kepada konsumen. Dengan
kata lain, perusahaan ini melakukan kegiatan jual beli barang sehingga
terjadi perpindahan hak milik dari barang tersebut. Penyaluran barang
dari produsen ke konsumen dapat melalui beberapa cara, yaitu sebagai
berikut.


(a) Secara langsung dari produsen ke konsumen. Contohnya penjual bakso
menjual bakso langsung ke konsumen.


(b) Secara semi-langsung, yaitu melalui perantara. Contoh produsen menjual
ke pedagang eceran, misalnya, warung, toko, supermarket. Kemudian,
pedagang eceran menjualnya ke konsumen.


(c) Secara tidak langsung, yaitu melalui beberapa perantara. Contoh dari
produsen ke grosir. Kemudian, ke pedagang eceran baru ke konsumen.



5) Produksi Jasa
Walaupun produksi jasa tidak berwujud konkret, tetapi manfaatnya
dapat dirasakan. Adapun jenis-jenis dari perusahaan jasa, yaitu:


(a) jasa bisnis, seperti bank, konsultan, dan lembaga keuangan lainnya;
(b) jasa perdagangan, seperti supermarket, toko, warung, dan usaha
perawatan dan perbaikan;
(c) jasa infrastuktur, seperti jasa komunikasi dan transportasi;
(d) jasa sosial atau personal, seperti restoran dan kesehatan;
(e) administrasi publik, seperti pendidikan dan pemerintahan.

Minggu, 03 Juni 2012

Pasar Barang

Anda tentu sudah sangat mengenal pasar karena dalam kehidupan
sehari-hari sering berhubungan dengan pasar. Seseorang mengirim berbagai
barang untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, maka ia akan pergi ke
pasar, baik pasar tradisional maupun modern (seperti supermarket, supermall,
dan hipermarket). Dalam pasar akan terjadi interaksi antara kekuatan
permintaan dan penawaran. Dari interaksi tersebut akan tercipta jumlah
dan harga keseimbangan pasar.


1. Pengertian dan Cara Perdagangan Pasar Barang
Pasar barang atau pasar komoditas adalah interaksi antara permintaan
dan penawaran terhadap barang dan jasa. Dalam perekonomian tertutup,
permintaan utama berasal dari sektor rumah tangga dan pemerintah.
Permintaan tersebut umumnya merupakan permintaan akan barang dan jasa
akhir. Penawaran barang dan jasa berasal dari sektor perusahaan.


Di dalam perekonomian modern, terutama dengan semakin tingginya
tingkat spesialisasi, tidak semua perusahaan memproduksi sendiri bahan baku
yang dipakai untuk memproduksi barang dan jasa. Sebagai contoh, perusahaan
mobil tidak menambang sendiri bijih besi yang dibutuhkan, demikian juga
fasilitas mesin pembuat rangka mobilnya karena akan lebih efisien bagi
perusahaan tersebut jika membeli mesin dari perusahaan yang bergerak di
bidang permesinan. Dengan kata lain, mesin yang dibeli perusahaan tersebut
merupakan input perantara untuk memproduksi mobil.


Beberapa komoditas yang umumnya diperjualbelikan di pasar komoditas
memiliki standar tertentu, antara lain barang-barang hasil produksi dan industri,
hasil pertambangan, hasil pertanian dan perkebunan. Komoditas tersebut antara
lain kopi, gula, jagung, cengkeh, kedelai, emas, tembaga, kapas, lada, gandum,
dan minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil atau CPO).


2. Keanggotaan Pasar Komoditas
Anggota pasar komoditas secara garis besar terdiri atas dua, yaitu anggota
biasa dan anggota luar biasa.


a. Anggota Biasa
Anggota biasa terdiri atas semua warga negara Indonesia (WNI) yang
memiliki badan usaha formal seperti firma, CV, PT, dan koperasi. Anggota
biasa terbagi atas pedagang biasa dan pedagang perantara (pialang).



b. Anggota Luar Biasa
Anggota luar biasa, tidak hanya terbuka bagi WNI, tetapi juga perwakilan
warga negara asing (WNA) baik perseorangan maupun badan usaha,
investor domestik maupun asing, dan lembaga keuangan nonbank yang
berkedudukan di dalam maupun di luar negeri.


3. Perdagangan di Pasar Komoditas
Perdagangan di pasar komoditas dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut.


a. Perdagangan Fisik (Physical Trading) yang Bersifat
Efektif
Pada perdagangan fisik terjadi penyerahan barang dari penjual kepada
pembeli secara fisik pada waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian
jual beli. Pembayaran dilakukan secara tunai.


b. Perdagangan Berjangka (Future Trading)
yang Bersifat Spekulatif


Dalam perdagangan berjangka, transaksi tidak secara langsung dengan
penyerahan barang dan jasa secara fisik. Penyerahan dilakukan beberapa saat
kemudian atau sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dengan tingkat
harga yang tetap.


Untuk memperlancar transaksi dan memudahkan pengawasan pasar
komoditas, pemerintah membentuk Badan Pembina Bursa Komoditas (BPBK)
dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bapebti).


4. Fungsi dan Manfaat Pasar Komoditas


a. Fungsi Pasar Komoditas
Fungsi pasar komoditas antara lain sebagai berikut.


1) Sebagai tempat atau sarana untuk memperoleh informasi tentang
beberapa jenis barang yang diperdagangkan di pasar dunia.
2) Sebagai tempat atau sarana untuk mengadakan transaksi berbagai
barang yang berlaku di pasaran dunia.
3) Sebagai tempat atau sarana untuk memantau dan mengatur perdagangan
barang.


b. Manfaat Pasar Komoditas


Manfaat pasar komoditas antara lain sebagai berikut.


1) Bagi Penjual (Produsen)
Pasar barang dapat mempermudah pemasaran atau penjualannya.


2) Bagi Pembeli (Konsumen)
Pasar barang dapat mempermudah konsumen dalam mendapatkan
barang yang diinginkan dengan kualitas terjamin.


3) Bagi Pemerintah
Pembentukan pasar barang bagi pemerintah dapat memberikan tambahan
devisa. Dengan devisa akan memudahkan pemerintah untuk melakukan berbagai
transaksi internasional yang dapat meningkatkan pendapatan nasional.


5. Struktur Pasar


Sebagaimana diketahui komposisi pasar terdiri atas seluruh perusahaan
dan konsumen yang ingin dan mampu membeli serta menjual barang
tertentu baik secara tunai maupun kredit. Jumlah penjual (perusahaan) dan
pembeli (konsumen) antara satu pasar dan pasar lainnya tidaklah sama.
Pada umumnya pasar tradisional terdiri atas banyak penjual dan pembeli.

Adapun pada pasar barang tertentu perbedaan penjual dan pembeli dalam
suatu pasar akan menciptakan tingkat persaingan yang berbeda. Gambaran
tingkat persaingan di suatu pasar barang disebut struktur pasar.
Berdasarkan struktur pasarnya bentuk-bentuk pasar dibedakan
menjadi sebagai berikut


a. Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition
Market)
Pasar persaingan sempurna merupakan pasar di mana tidak ada satu
perusahaan (penjual) maupun konsumen (pembeli) yang secara individual
dapat memengaruhi harga yang berlaku di pasar.
Beberapa karakteristik dari pasar persaingan sempurna, yaitu:


1) di pasar terdapat banyak perusahaan (penjual) dan konsumen (pembeli);
2) penjual menjual produk yang homogen;
3) baik penjual maupun pembeli secara bebas dapat masuk dan keluar
pasar;
4) adanya mobilitas yang sempurna dari sumber daya;
5) baik penjual maupun pembeli memiliki pengetahuan sempurna.


Pada pasar persaingan sempurna harga pasar ditentukan oleh kekuatan
penawaran dan permintaan. Seperti yang telah diketahui bahwa kurva
permintaaan secara total adalah jumlah keseluruhan barang yang akan
dibeli para konsumen secara individual pada berbagai tingkat harga.
Adapun, kurva penawaran secara total adalah jumlah keseluruhan barang
yang akan dijual perusahaan-perusahaan secara individual pada tingkat
harga yang berbeda-beda.


b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna (Imperfect
Competition Market)


Cermati contoh ilustrasi berikut. Pada suatu pasar terdapat sebuah
perusahaan minyak yang memiliki tenaga kerja yang cukup banyak. Hal
tersebut memengaruhi harga minyak di pasar.
Ilustrasi tersebut menggambarkan salah satu bentuk pasar persaingan
tidak sempurna (imperfect competition market). Jadi, pasar persaingan tidak
sempurna akan terbentuk jika salah satu syarat dari pasar sempurna tidak
terpenuhi.


Pasar persaingan tidak sempurna jika dilihat dari aspek penjual
dan pembelinya dapat dikelompokkan menjadi pasar monopoli, pasar
oligopoli, pasar persaingan monopolistik, pasar monopsoni, dan pasar
oligopsoni.


1) Pasar Monopoli
Pasar monopoli merupakan situasi pasar di mana hanya terdapat satu
penjual (single firm) komoditi atau barang ini tidak ada penggantinya
(substitusi) yang sangat mirip (close substitute). Oleh karena dalam pasar
monopoli hanya ada satu penjual, pada pasar ini tidak terdapat pesaing
sehingga penjual (monopolis, berasal dari bahasa Yunani mono = satu dan
polist = penjual) berkuasa untuk mengubah jumlah dan harga barang di
pasar. Dewasa ini bentuk pasar monopoli sudah jarang sekali. Di Indonesia
pasar monopoli dikenal pada Perusahaan Listrik Negara (PLN), perusahaan
Kereta Api Indonesia (KAI), dan Perusahaan Air Minum (PDAM).
Beberapa kebaikan pasar monopoli, yaitu sebagai berikut.


(a) Di Indonesia, monopoli yang dilakukan negara terhadap cabangcabang
produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang

banyak telah memberikan manfaat yang besar terhadap masyarakat.
Contoh transportasi kereta api untuk rakyat, bus kota, listrik, air
bersih (PDAM).


(b) Pemberian hak paten dan hak penjualan tunggal (exclusive franchise)
dapat mendorong pengusaha untuk menemukan produk-produk
inovatif yang dibutuhkan masyarakat.


(c) Dengan adanya monopoli alamiah, harga suatu produk dapat lebih
murah.


(d) Monopoli akan memacu perusahaan untuk selalu meningkatkan daya
saing, baik secara lokal maupun global.


Adapun beberapa keburukan dari monopoli, yaitu sebagai berikut.


(a) Harga sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan pemegang monopoli,
sehingga memungkinkan terjadi permainan harga yang dapat
merugikan konsumen.


(b) Konsumen tidak memiliki alternatif pilihan baik yang menyangkut
kualitas maupun harga barang.


(c) Adanya monopoli yang diberikan pemerintah, menyebabkan proses
produksi berjalan kurang efisien, etos kerja rendah, dan layanan kepada
konsumen kurang memuaskan.


(d) Monopolis dapat melakukan kebijakan diskriminasi harga (price
discrimination). Misalnya, penetapan harga karcis bioskop yang
dikelola “group 21(Twenty One)”. Jika menonton bioskop di Bandung
Supermall (BSM) harga karcisnya mencapai Rp25.000,00 per orang,
di Bandung Indah Plaza (BIP) hanya Rp15.000,00 per orang.


2) Pasar Oligopoli


Sebagaimana istilah monopoli, istilah oligopoli juga berasal dari bahasa
Yunani, yakni oligospolein yang berarti “beberapa penjual”. Berdasarkan
arti kata tersebut, pasar oligopoli dapat diartikan sebagai pasar yang
hanya terdiri atas beberapa perusahaan atau penjual yang menjual produk
homogen (sejenis).


Pasar oligopoli terdiri atas dua perusahaan atau dua penjual saja disebut
pasar duopoli. Produk yang dijual dapat berupa produk yang identik
(homogen) maupun produk yang terdiferensiasi. Produk yang identik
(homogen) misalnya, sama-sama menjual besi. Adapun yang dimaksud
dengan diferensiasi produk adalah produk yang memiliki karakteristik yang
bervariasi. Misal, produk telepon seluler masing-masing memiliki banyak
karakteristik yang berbeda baik dari ukuran, berat, model, dan fitur.



3) Pasar Persaingan Monopolistik
Dalam kehidupan sehari-hari, jarang dilihat pasar persaingan
sempurna maupun pasar monopoli secara murni. Justru bentuk pasar
yang banyak ditemui adalah bentuk pasar monopolistik. Bentuk pasar
monopolistik ini ada di antara pasar persaingan sempurna dan pasar
monopoli.


Dikatakan mengandung persaingan sempurna karena pada pasar
monopolistik terdapat banyak perusahaan atau penjual tersebut yang
memiliki pangsa pasar (market share) yang cukup besar sehingga tidak
dapat memengaruhi pasar. Oleh karena itu, dalam industri terdapat
banyak perusahaan.
Perbedaan pasar monopolistik dengan pasar persaingan sempurna
terletak pada produk yang dijual. Jika pada pasar persaingan sempurna
produk yang dijual identik (bersifat sama), pada pasar monopolistik
produk yang dijual merupakan produk yang terdiferensiasi (diferensiasi
produk).


Adanya diferensiasi produk telah mendorong perusahaan atau
penjual melakukan persaingan nonharga (non-price competition) melalui
iklan, diskon, dan hadiah-hadiah. Oleh karena itu, jika dalam persaingan
sempurna produsen tidak menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam
membeli produk, dalam pasar monopolistik produsen suatu produk justru
menjadi penting bagi konsumen. Misalnya, seorang pria yang selalu
memakai produk sabun mandi merek “HARY” dan tidak mau memakai
produk sabun mandi dari perusahaan lain. Dalam hal ini terlihat bahwa
perusahaan sabun mandi “HARY” memiliki daya monopoli meskipun
terbatas.



Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa pasar persaingan monopolistik
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.


a) Jumlah penjual dan pembeli pada pasar persaingan monopolistik cukup
banyak, tetapi tidak sebanyak seperti pada pasar persaingan sempurna.


b) Produk yang diperjualbelikan merupakan produk yang terdiferensiasi
dan bukan produk yang identik.


c) Penjual bebas keluar dan masuk ke pasar.


d) Perusahaan lebih terdorong untuk melakukan persaingan nonharga
(non price competition), misalnya melalui iklan untuk membangun
kepercayaan konsumen terhadap produk perusahaan.



4) Pasar Monopsoni
Jika pada pasar monopoli hanya terdapat satu penjual dengan banyak
pembeli, pada pasar monopsoni hanya terdapat satu pembeli dengan banyak
penjual. Pasar monopsoni banyak ditemukan di masyarakat pertanian.
Beberapa contoh dari pasar monopsoni, yaitu sebagai berikut.


(a) Petani singkong menjual hasil panennya hanya kepada satu
perusahaan keripik singkong.


(b) Peternak ayam potong menjual daging ayamnya hanya kepada
penjual daging ayam tertentu atau ke Koperasi Peternakan.


5) Pasar Oligopsoni
Pasar oligopsoni adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh lebih
dari dua orang pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual. Setiap
pembeli memiliki peran cukup besar untuk memengaruhi harga yang
dibelinya. Bentuk pasar ini merupakan kebalikan dari struktur pasar
oligopoli. Seperti halnya monopoli, oligopsoni merupakan bentuk
pemusatan pembeli. Oligopsoni merupakan suatu bentuk pasar yang
terdiri atas pembeli-pembeli besar dan pembeli-pembeli kecil.

Selasa, 22 Mei 2012

Masalah Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator utama untuk
mengetahui kinerja perekonomian. Suatu perekonomian dikatakan
mengalami pertumbuhan ekonomi jika jumlah produksi barang dan jasa
meningkat daripada tahun sebelumnya. Besarnya produksi barang dan
jasa ini disebut dengan Produk Domestik Bruto (PDB).
Jadi, yang disebut sebagai ”pertumbuhan ekonomi” tidak lain adalah
peningkatan nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam sebuah
perekonomian.
Pemerintah dalam hal ini berkepentingan memantau perkembangan
pertumbuhan PDB baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Mengapa demikian? Dengan PDB, pemerintah dapat mengukur
besarnya dampak, efektivitas, dan efisiensi campur tangan pemerintah
terhadap perekonomian.
Pada periode tahun 1970–1980 Indonesia pernah mengalami masamasa
pertumbuhan ekonomi tinggi, yaitu rata-rata 8% per tahun. Namun,
setelah krisis multidimensional tahun 1997, pertumbuhan ekonomi
Indonesia cenderung rendah. Berdasarkan data dari BPS, rata-rata
pertumbuhan ekonomi antara tahun 2001 hingga 2005 hanya sebesar
4,7% (tidak lebih dari 5% per tahun). Rendahnya pertumbuhan ekonomi
ini mengakibatkan menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat dan
munculnya berbagai masalah sosial yang mendasar misalnya
pengangguran.
Kebutuhan

Masalah Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator utama untuk
mengetahui kinerja perekonomian. Suatu perekonomian dikatakan
mengalami pertumbuhan ekonomi jika jumlah produksi barang dan jasa
meningkat daripada tahun sebelumnya. Besarnya produksi barang dan
jasa ini disebut dengan Produk Domestik Bruto (PDB).
Jadi, yang disebut sebagai ”pertumbuhan ekonomi” tidak lain adalah
peningkatan nilai total barang dan jasa yang diproduksi dalam sebuah
perekonomian.
Pemerintah dalam hal ini berkepentingan memantau perkembangan
pertumbuhan PDB baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Mengapa demikian? Dengan PDB, pemerintah dapat mengukur
besarnya dampak, efektivitas, dan efisiensi campur tangan pemerintah
terhadap perekonomian.
Pada periode tahun 1970–1980 Indonesia pernah mengalami masamasa
pertumbuhan ekonomi tinggi, yaitu rata-rata 8% per tahun. Namun,
setelah krisis multidimensional tahun 1997, pertumbuhan ekonomi
Indonesia cenderung rendah. Berdasarkan data dari BPS, rata-rata
pertumbuhan ekonomi antara tahun 2001 hingga 2005 hanya sebesar
4,7% (tidak lebih dari 5% per tahun). Rendahnya pertumbuhan ekonomi
ini mengakibatkan menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat dan
munculnya berbagai masalah sosial yang mendasar misalnya
pengangguran.
Kebutuhan

Tingkah Laku Penjual (Produsen) dan Pembeli (Konsumen)

Aspek berikutnya yang dianalisis
dalam ekonomi mikro adalah tentang
tingkah laku pembeli dan penjual dalam
pasar. Untuk menganalisis perilaku
penjual dan pembeli ini, teori ekonomi
mikro menggunakan beberapa asumsi
(pemisalan). Pemisalan pertama adalah
para penjual dan pembeli menjalankan
kegiatan ekonomi mereka secara
rasional. Kedua, para pembeli berusaha
memaksimalkan kepuasan dan ketiga,
para penjual berusaha memaksimumkan
keuntungan yang akan diperoleh.
Berdasarkan pemisalan-pemisalan
tersebut, ekonomi mikro dapat menunjukkan:
a) Bagaimana seorang pembeli menggunakan
sejumlah pendapatan
(uang) untuk membeli berbagai jenis
barang dan jasa yang dibutuhkannya.
b) Bagaimana seorang penjual atau
produsen menentukan tingkat
produksi yang akan dilakukannya.

Tingkah Laku Penjual (Produsen) dan Pembeli (Konsumen)

Aspek berikutnya yang dianalisis
dalam ekonomi mikro adalah tentang
tingkah laku pembeli dan penjual dalam
pasar. Untuk menganalisis perilaku
penjual dan pembeli ini, teori ekonomi
mikro menggunakan beberapa asumsi
(pemisalan). Pemisalan pertama adalah
para penjual dan pembeli menjalankan
kegiatan ekonomi mereka secara
rasional. Kedua, para pembeli berusaha
memaksimalkan kepuasan dan ketiga,
para penjual berusaha memaksimumkan
keuntungan yang akan diperoleh.
Berdasarkan pemisalan-pemisalan
tersebut, ekonomi mikro dapat menunjukkan:
a) Bagaimana seorang pembeli menggunakan
sejumlah pendapatan
(uang) untuk membeli berbagai jenis
barang dan jasa yang dibutuhkannya.
b) Bagaimana seorang penjual atau
produsen menentukan tingkat
produksi yang akan dilakukannya.

Peranan Ekonomi Mikro

Pada dasarnya, teori-teori ekonomi
dapat digunakan sebagai dasar peramalan
(prediction). Peramalan yang dimaksud
bukan untuk mengetahui apa yang terjadi
di masa depan. Tetapi lebih tepat dikatakan
kalau teori ekonomi mikro dapat membuat
ramalan yang kondisional. Ramalan
kondisional ini diformulasikan sebagai
berikut. Apabila hal-hal seperti berikut
terjadi, maka akibat-akibat berikut ini pasti
terjadi sesudahnya.
Contoh ramalan kondisional ini adalah
dalam model keseimbangan pasar.
Dikatakan bahwa bila kurva permintaan
mempunyai kemiringan negatif dan kurva penawaran memiliki
kemiringan positif, maka adanya kenaikan harga di atas harga
keseimbangan akan menciptakan kelebihan barang di pasar. Jadi,
hasil ramalan yang diperoleh harus didasarkan pada asumsi-asumsi
(anggapan dasar) tertentu, misalnya asumsi ceteris paribus. Apabila
anggapan-anggapan tersebut diubah, maka hasil peramalannya
akan berbeda.
Ekonomi mikro juga dapat diterapkan pada pengambilan
kebijakan perekonomian, yaitu untuk menganalisis tindakantindakan
pemerintah yang dilakukan untuk memengaruhi perekonomian.
Misalnya pengaruh kebijakan pemerintah di bidang upah
buruh terhadap alokasi sumber daya di kegiatan produksi. Atau,
pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap biaya
produksi yang harus ditanggung oleh perusahaan dan biaya hidup
yang ditanggung oleh rumah tangga konsumen.
Bagi dunia usaha, metode-metode yang dikembangkan dari
ekonomi mikro seperti teori produksi dan teori konsumsi dapat
digunakan dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Peranan Ekonomi Mikro

Pada dasarnya, teori-teori ekonomi
dapat digunakan sebagai dasar peramalan
(prediction). Peramalan yang dimaksud
bukan untuk mengetahui apa yang terjadi
di masa depan. Tetapi lebih tepat dikatakan
kalau teori ekonomi mikro dapat membuat
ramalan yang kondisional. Ramalan
kondisional ini diformulasikan sebagai
berikut. Apabila hal-hal seperti berikut
terjadi, maka akibat-akibat berikut ini pasti
terjadi sesudahnya.
Contoh ramalan kondisional ini adalah
dalam model keseimbangan pasar.
Dikatakan bahwa bila kurva permintaan
mempunyai kemiringan negatif dan kurva penawaran memiliki
kemiringan positif, maka adanya kenaikan harga di atas harga
keseimbangan akan menciptakan kelebihan barang di pasar. Jadi,
hasil ramalan yang diperoleh harus didasarkan pada asumsi-asumsi
(anggapan dasar) tertentu, misalnya asumsi ceteris paribus. Apabila
anggapan-anggapan tersebut diubah, maka hasil peramalannya
akan berbeda.
Ekonomi mikro juga dapat diterapkan pada pengambilan
kebijakan perekonomian, yaitu untuk menganalisis tindakantindakan
pemerintah yang dilakukan untuk memengaruhi perekonomian.
Misalnya pengaruh kebijakan pemerintah di bidang upah
buruh terhadap alokasi sumber daya di kegiatan produksi. Atau,
pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap biaya
produksi yang harus ditanggung oleh perusahaan dan biaya hidup
yang ditanggung oleh rumah tangga konsumen.
Bagi dunia usaha, metode-metode yang dikembangkan dari
ekonomi mikro seperti teori produksi dan teori konsumsi dapat
digunakan dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Minggu, 20 Mei 2012

Produk Nasional Neto (PNN)

Angka-angka produk nasional di atas disebut bruto, karena di
dalamnya masih tercakup biaya produksi yang belum dipotong, yaitu
penyusutan. Dalam setiap harga pasar, suatu barang mengandung nilai
depresiasi (penyusutan). Penyusutan sesungguhnya termasuk biaya
produksi yang harus diperhitungkan dalam harga pokok dan tidak dapat
dihitung sebagai laba. Industri-industri akan menggunakan barangbarang
modal (mesin, peralatan produksi, bangunan, dan perabot kantor)
untuk menghasilkan barang-barang. Nilai barang-barang modal tersebut
akan semakin susut (berkurang) dari satu periode ke periode berikutnya.



Susutnya nilai tersebut merupakan bagian dari ongkos produksi. Oleh
sebab itu, dalam setiap harga penjualan suatu barang dimasukkan nilai
depresiasi barang modal. Dengan kata lain, besarnya pendapatan
nasional pada harga pasar telah memasukkan nilai penyusutan barang
modal yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan nasional.
Pendapatan nasional yang belum memperhitungkan unsur
depresiasi dinamakan Produk Nasional Bruto (PNB). Untuk memperoleh
Produk Nasional Neto/PNN (Net National Product/NNP) nilai depresiasi
tadi harus dikurangkan dari Produk Nasional Bruto.

Produk Nasional Neto (PNN)

Angka-angka produk nasional di atas disebut bruto, karena di
dalamnya masih tercakup biaya produksi yang belum dipotong, yaitu
penyusutan. Dalam setiap harga pasar, suatu barang mengandung nilai
depresiasi (penyusutan). Penyusutan sesungguhnya termasuk biaya
produksi yang harus diperhitungkan dalam harga pokok dan tidak dapat
dihitung sebagai laba. Industri-industri akan menggunakan barangbarang
modal (mesin, peralatan produksi, bangunan, dan perabot kantor)
untuk menghasilkan barang-barang. Nilai barang-barang modal tersebut
akan semakin susut (berkurang) dari satu periode ke periode berikutnya.



Susutnya nilai tersebut merupakan bagian dari ongkos produksi. Oleh
sebab itu, dalam setiap harga penjualan suatu barang dimasukkan nilai
depresiasi barang modal. Dengan kata lain, besarnya pendapatan
nasional pada harga pasar telah memasukkan nilai penyusutan barang
modal yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan nasional.
Pendapatan nasional yang belum memperhitungkan unsur
depresiasi dinamakan Produk Nasional Bruto (PNB). Untuk memperoleh
Produk Nasional Neto/PNN (Net National Product/NNP) nilai depresiasi
tadi harus dikurangkan dari Produk Nasional Bruto.

Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto/PNB (Gross National Product/GNP), dihitung
dengan menjumlahkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga
negara tersebut baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri.
Nilai produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi yang digunakan
di luar negeri juga dihitung dalam Produk Nasional Bruto.



Dalam Produk Nasional Bruto tidak dihitung produksi yang dihasilkan
oleh faktor-faktor produksi milik penduduk negara lain. Jadi, keuntungan
perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia tidak dihitung
dalam Produk Nasional Bruto Indonesia. Sebaliknya, pendapatan
pekerja-pekerja Indonesia (TKI/TKW) yang bekerja di Arab Saudi
dimasukkan ke dalam perhitungan Produk Nasional Bruto Indonesia.
Bagaimana, dapatkah Anda membedakan antara PDB dan PNB?
Secara matematis, yang membedakan antara PDB dengan PNB adalah
pendapatan neto atas faktor dari luar negeri (nett factor income from
abroad). Variabel ini menunjukkan besarnya pendapatan yang diperoleh
dari faktor produksi yang ada di luar negeri dikurangi pendapatan yang
diperoleh dari faktor produksi yang berasal dari orang asing di dalam
negeri.



Apabila PFPN bernilai negatif, berarti pembayaran terhadap faktorfaktor
pendapatan luar negeri lebih besar daripada penerimaan atas
balas jasa faktor produksi dalam negeri yang digunakan oleh
perekonomian luar negeri. Angka ini menunjukkan bahwa nilai impor
faktor produksi lebih besar daripada ekspor faktor produksi.

Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto/PNB (Gross National Product/GNP), dihitung
dengan menjumlahkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga
negara tersebut baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri.
Nilai produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi yang digunakan
di luar negeri juga dihitung dalam Produk Nasional Bruto.



Dalam Produk Nasional Bruto tidak dihitung produksi yang dihasilkan
oleh faktor-faktor produksi milik penduduk negara lain. Jadi, keuntungan
perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia tidak dihitung
dalam Produk Nasional Bruto Indonesia. Sebaliknya, pendapatan
pekerja-pekerja Indonesia (TKI/TKW) yang bekerja di Arab Saudi
dimasukkan ke dalam perhitungan Produk Nasional Bruto Indonesia.
Bagaimana, dapatkah Anda membedakan antara PDB dan PNB?
Secara matematis, yang membedakan antara PDB dengan PNB adalah
pendapatan neto atas faktor dari luar negeri (nett factor income from
abroad). Variabel ini menunjukkan besarnya pendapatan yang diperoleh
dari faktor produksi yang ada di luar negeri dikurangi pendapatan yang
diperoleh dari faktor produksi yang berasal dari orang asing di dalam
negeri.



Apabila PFPN bernilai negatif, berarti pembayaran terhadap faktorfaktor
pendapatan luar negeri lebih besar daripada penerimaan atas
balas jasa faktor produksi dalam negeri yang digunakan oleh
perekonomian luar negeri. Angka ini menunjukkan bahwa nilai impor
faktor produksi lebih besar daripada ekspor faktor produksi.

Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto/PDB (Gross Domestic Product/GDP) menghitung
nilai barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara
selama satu tahun. Barang dan jasa yang dihasilkan ini dihitung tanpa
memerhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut. Artinya, barang
dan jasa tersebut bisa diproduksi oleh warga negara yang bersangkutan
maupun warga negara asing yang bekerja di wilayah negara tersebut.
Pernahkah Anda mendengar istilah
”Perusahaan multinasional atau Multi National
Corporation (MNC)?” Contoh perusahaan
multinasional ini adalah Coca Cola, Kentucky
Fried Chicken (KFC), atau Mc Donald yang
beroperasi di beberapa negara. MNC membantu
menaikkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan
oleh berbagai negara tempat beroperasinya
perusahaan ini. MNC menyediakan modal,
teknologi, dan tenaga ahli di negara tersebut.
MNC tersebut membantu menambah barang atau
jasa dan penggunaan tenaga kerja, sehingga
operasi perusahaan merupakan bagian yang
cukup penting dalam kegiatan ekonomi suatu negara, serta nilai
produksinya dihitung dalam Produk Domestik Bruto. Padahal, pemilik
perusahaan multinasional bukan berasal dari negara tempat
beroperasinya perusahaan ini.
Dengan demikian, Produk Domestik Bruto/PDB (Gross Domestic
Product/GDP) adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang
dihasilkan oleh faktor-faktor produksi baik milik warga negara maupun
orang asing yang tinggal di suatu negara tersebut. Berdasarkan
pengertian ini, maka penghasilan warga negara yang bekerja di luar
negeri tidak ikut diperhitungkan, tetapi penghasilan orang asing yang
bekerja di negara tersebut dimasukkan dalam perhitungan.

Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto/PDB (Gross Domestic Product/GDP) menghitung
nilai barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara
selama satu tahun. Barang dan jasa yang dihasilkan ini dihitung tanpa
memerhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut. Artinya, barang
dan jasa tersebut bisa diproduksi oleh warga negara yang bersangkutan
maupun warga negara asing yang bekerja di wilayah negara tersebut.
Pernahkah Anda mendengar istilah
”Perusahaan multinasional atau Multi National
Corporation (MNC)?” Contoh perusahaan
multinasional ini adalah Coca Cola, Kentucky
Fried Chicken (KFC), atau Mc Donald yang
beroperasi di beberapa negara. MNC membantu
menaikkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan
oleh berbagai negara tempat beroperasinya
perusahaan ini. MNC menyediakan modal,
teknologi, dan tenaga ahli di negara tersebut.
MNC tersebut membantu menambah barang atau
jasa dan penggunaan tenaga kerja, sehingga
operasi perusahaan merupakan bagian yang
cukup penting dalam kegiatan ekonomi suatu negara, serta nilai
produksinya dihitung dalam Produk Domestik Bruto. Padahal, pemilik
perusahaan multinasional bukan berasal dari negara tempat
beroperasinya perusahaan ini.
Dengan demikian, Produk Domestik Bruto/PDB (Gross Domestic
Product/GDP) adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang
dihasilkan oleh faktor-faktor produksi baik milik warga negara maupun
orang asing yang tinggal di suatu negara tersebut. Berdasarkan
pengertian ini, maka penghasilan warga negara yang bekerja di luar
negeri tidak ikut diperhitungkan, tetapi penghasilan orang asing yang
bekerja di negara tersebut dimasukkan dalam perhitungan.

Inflasi

Kenaikan harga barang dapat bersifat sementara atau berlangsung
terus-menerus. Ketika kenaikan tersebut berlangsung dalam waktu yang
lama dan terjadi hampir pada seluruh barang dan jasa maka gejala ini
disebut inflasi. Jadi, kenaikan harga pada satu atau dua jenis barang
tidak dapat dikategorikan sebagai inflasi.
Dengan demikian, inflasi (inflation) adalah kenaikan harga barangbarang
yang bersifat umum dan terus-menerus. Lawan dari inflasi adalah
deflasi (deflation), yaitu kondisi di mana tingkat harga mengalami
penurunan terus-menerus.

Dari penjelasan di depan, ada tiga komponen yang menjadi indikasi
kenaikan harga hingga dikategorikan sebagai inflasi, yaitu adanya
kenaikan harga, kenaikan harga tersebut bersifat umum dan berlangsung
terus-menerus.

a. Jenis-Jenis Inflasi


Jenis-jenis inflasi dapat dibedakan menjadi:
1) Berdasarkan Tingginya Inflasi
Berdasarkan tingginya inflasi per tahun, inflasi digolongkan
menjadi inflasi ringan (di bawah 10% per tahun), sedang (10%
hingga 25%), berat (25% hingga 100%), dan hiperinflasi (lebih
dari 100%).


2) Berdasarkan Sumber Penyebab
Berdasarkan sumber penyebabnya, inflasi digolongkan menjadi
inflasi tekanan permintaan (demand full inflation) dan inflasi
dorongan biaya (cost push inflation). Inflasi tekanan permintaan
terjadi karena meningkatnya permintaan atau pembelian
masyarakat terhadap barang dan jasa. Sedangkan inflasi
dorongan biaya bersumber dari kenaikan biaya produksi,
misalnya kenaikan harga bahan baku, energi, atau upah pekerja.
Inflasi juga dapat terjadi karena kedua sebab tersebut (inflasi
campuran).


3) Berdasarkan Asalnya
Berdasarkan asalnya, inflasi digolongkan menjadi inflasi dari
dalam negeri (domestic inflation) dan inflasi dari luar negeri
(imported inflation).



b. Teori-Teori Inflasi
Gejala-gejala inflasi dapat dijelaskan dengan teori-teori inflasi.


1) Kuantitas
Teori kuantitas tergolong teori inflasi
yang paling awal. Meskipun demikian,
masih bisa digunakan untuk menjelaskan
proses inflasi pada zaman modern saat
ini. Teori ini dipelopori oleh Irving Fisher.
Teori ini menekankan bahwa inflasi
dipengaruhi oleh pertambahan jumlah
uang beredar dan anggapan masyarakat
terhadap kenaikan harga-harga (faktor
psikologis).
Menurut teori kuantitas, apabila
penawaran uang bertambah maka
tingkat harga umum juga akan naik.
Hubungan langsung antara harga dan
kuantitas uang seperti yang digambarkan
oleh teori kuantitas uang sederhana
dapat digunakan untuk menerangkan
situasi inflasi.


2) Teori Keynes
Menurut Keynes, inflasi terjadi
karena ada sebagian masyarakat yang
ingin hidup di luar batas kemampuan
ekonominya. Proses inflasi merupakan
proses perebutan bagian rezeki di antara
kelompok-kelompok sosial yang menginginkan
bagian lebih besar dari yang
bisa disediakan oleh masyarakat tersebut.
Proses perebutan ini terlihat pada
keadaan di mana permintaan masyarakat
terhadap barang-barang selalu
melebihi jumlah barang yang tersedia.
Hal ini menimbulkan apa yang disebut
celah inflasi atau inflationary gap.
Celah inflasi timbul karena golongangolongan
masyarakat berhasil mewujudkan
keinginan mereka menjadi permintaan
efektif (permintaan berdaya beli) terhadap barang-barang
dan jasa. Golongan masyarakat tersebut adalah pemerintah,
pengusaha, dan serikat pekerja. Pemerintah berusaha
memperoleh pendapatan yang besar dengan cara mencetak

uang baru. Pengusaha melakukan investasi dengan modal yang
diperoleh dari kredit bank. Sedangkan pekerja berusaha
memperoleh kenaikan upah/gaji agar bisa lebih banyak membeli
barang dan jasa. Inflasi akan terus berlangsung selama jumlah
permintaan efektif dari semua golongan masyarakat tersebut
melebihi jumlah output yang dihasilkan.


3) Teori Strukturalis
Teori strukturalis disusun berdasarkan pada pengalaman
di negara-negara Amerika Latin. Teori ini memberikan perhatian
besar terhadap struktur perekonomian di negara berkembang.
Inflasi di negara berkembang terutama disebabkan oleh faktorfaktor
struktur ekonominya. Menurut teori ini, kondisi struktur
ekonomi negara berkembang yang dapat menimbulkan inflasi
adalah:


a) Ketidakelastisan Penerimaan Ekspor
Nilai ekspor di negara berkembang tumbuh secara
lamban dibandingkan pertumbuhan sektor-sektor lain.
Adapun penyebabnya adalah harga produk-produk
pertanian yang tidak stabil atau rendah dan produksi
barang-barang ekspor tidak mampu mengikuti perubahan
harga.


b) Ketidakelastisan Penawaran atau Produksi Makanan di
Dalam Negeri
Produksi bahan makanan dalam negeri tidak tumbuh
secepat pertambahan penduduk dan pendapatan per
kapita. Hal ini menyebabkan harga bahan makanan di dalam
negeri cenderung naik, sehingga melebihi kenaikan harga
barang-barang lain. Dampak yang ditimbulkan adalah
munculnya tuntutan karyawan untuk mendapat kenaikan
upah atau gaji. Naiknya upah karyawan menyebabkan
kenaikan ongkos produksi. Hal ini berarti akan menaikkan
harga barang-barang. Kenaikan harga barang-barang
tersebut mengakibatkan munculnya kenaikan upah lagi.
Kenaikan upah kemudian diikuti oleh kenaikan harga
barang-barang, begitu seterusnya.


c. Proses Terjadinya Inflasi di Indonesia
Bagaimana cara kita menjelaskan proses terjadinya inflasi di
Indonesia? Seperti Anda ketahui, inflasi timbul karena adanya
tekanan dari sisi penawaran (cost push inflation), dari sisi permintaan
(demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi. Cost push inflation
dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara mitra dagang, peningkatan
harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price),
dan terjadi kekurangan penurunan akibat bencana alam dan
terganggunya distribusi.


Faktor penyebab terjadi demand pull inflation adalah tingginya
permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaan (output
gap). Dalam konteks makroekonomi, kondisi ini digambarkan oleh
output riil yang melebihi output potensialnya atau permintaan total
(aggregate demand) lebih besar dari pada kapasitas perekonomian.
Sementara itu, faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku
masyarakat dan pelaku ekonomi apakah lebih cenderung bersifat
adaptif. Hal ini tercermin dari pembentukan harga di tingkat produsen
dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar
keagamaan dan penentuan upah minimum regional (UMR).